Jumat, 27 September 2013

THE FAMILY (MALTAVITA) : KOMEDI MAFIA DE NIRO DAN TOMMY LEE JONES




Malavita, atau dalam pasar AS berjudul The Family, adalah satu lagi film yang menghadirkan Robert De Niro sebagai mafia. Semenjak sukses memerankan tokoh Vito Corleone di film The Godfather Part II pada tahun 1973, perfilman Hollywood seakan menasbihkan Robert De Niro menjadi perwakilan wajah mafia di layar lebar. Namun, seiring usianya yang renta De Niro cenderung lebih memilih genre komedi dibanding aksi laga. Sebutlah Meet the Fockers (2004) dan Silver Linings Playbook (2012). , dimana De Niro bermain sebagai mafia yang sadis tapi menghibur dengan lawakannya.Dalam film ini perannya sebagai Fred Blake yang tempramental ini sangat mirip sekali dengan tokoh Paul Vitti yang dulu dimainkannya di film Analyze This (1999).

Film yang disutradarai oleh Luc Besson dari skrip yang ditulis bersama Michael Caleo ini, diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Tonino Benacquista. The Family menceritakan tentang keluarga yang harus menjalani program perlindungan saksi. Keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua anaknya yang masih remaja ini sebelumnya adalah keluarga mafia. Istri dari Fred Blake adalah Maggie Blake (Michelle Pfeiffer) yang digambarkan sebagai wanita yang pandai memasak, sangat sayang kepada keluarganya, sekaligus juga dapat bertindak kejam kepada orang lain. Anak perempuan Fred digambarkan juga tak segan-segan menghajar orang yang kurang ajar kepadanya. Belle Blake (Dianna Agron) bahkan di hari pertama masuk sekolahnya sudah langsung menghajar seorang cowok dengan raket tenis sampai tak bisa bangun lagi.

Anak bungsu Fred lebih gila lagi. Warren Blake (John D’Leo) sudah berpikiran dan bertindak seperti mafia di umurnya yang masih muda. Pemerasan, penipuan, pencurian adalah hal yang biasa saja baginya. Keluarga ini memang gila. Meski begitu, mereka adalah keluarga yang kompak luar dalam. Mereka saling menguatkan satu sama lain, walau itu berarti harus berkata kasar diantara mereka.

Tapi karena sang ayah Fred Blake (Robert De Niro) bersaksi melawan pemimpinnya yang mengakibatkan bosnya itu berada di dalam penjara, jadilah dia harus pergi dari satu kota ke kota lainnya bersama keluarganya demi keselamatan bersama. Kota yang mereka tempati kali ini adalah sebuah kota kecil dekat Normandy, Perancis. Agen CIA terbaik, yang diperankan oleh Tommy Lee Jones, bernama agen Stansfield diturunkan untuk menjaga Fred Blake, istrinya Maggie  dan anak anak mereka, Belle  dan Warren  agar tetap aman. Keberadaan keluarga ini berada di bawah pengawasan  FBI . Namun, kebiasaan lama keluarga ini yang terlalu mengandalkan kekerasan mengundang perhatian banyak orang. Contohnya adalah ketika Maggie ingin membakar supermarket terdekat karena mereka tidak menjual minyak zaitun. Kemudian Belle yang menggunakan raket tenis untuk menghajar orang yang iseng kepadanya. Hal ini tentu saja, membuat keluarga yang sedang bersembunyi ini mudah ditemukan oleh para mantan kroninya yang ingin membalas dendam.

Secara keseluruhan, Malavita menyuguhkan komedi yang gelap . Kekuatan barisan aktor-aktrisnya sungguh mengangkat kualitas film biasa ini.. Robert DeNiro sukses memerankan tokoh mafia kejam namun juga ayah yang peduli terhadap keluarga. Aktor watak Tommy Lee Jones seperti biasanya tampil mengesankan. Michelle Pfeiffer tak diragukan lagi bisa sangat menjiwai perannya sebagai seorang istri mafia. Dianna Agron dan John D’Leo pun tampil menarik.  Dialog-dialog di film ini mengundang pujian kritikus. Kata-katanya sederhana, kasar tapi menggelitik dan membuat komedi di film ini natural.***








Senin, 23 September 2013

THE HANGOVER III : PETUALANGAN MELAWAN MAFIA ALA THE WOLFPACK





The Hangover Part III adalah seri terakhir kisah geng Wolfpack. Saat anggota The Wolfpack, Phil Wenneck (Cooper), Stuart Price (Helms), Alan Garner (Galifianakis), dan Doug Billings (Justin Bartha), memutuskan untuk berusaha untuk hidup dengan tenang dan normal layaknya kebanyakan manusia lainnya. Alan kembali berbuat onar dengan menewaskan seekor jerapah dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Bercerita dua tahun setelah berbagai kejadian yang terjadi di seri sebelumnya THO III dibuka kejadian kematian sang ayah Alan, Sid (Jeffrey Tambor). Setelah itu  kondisi kejiwaan Alan menjadi menurun dengan dirinya terus-menerus melakukan berbagai perbuatan yang membahayakan. Tidak tega melihat Alan seperti itu, Doug bersama dengan istrinya, Tracy (Sasha Barrese), akhirnya mengumpulkan seluruh anggota The Wolfpack serta teman-teman terdekat Alan untuk melakukan intervensi dan membujuknya agar mau masuk ke sebuah fasilitas rehabilitasi jiwa di Arizona. Mulanya Alan menolak, namun  ia pun menyetujui untuk melakukan perjalanan tersebut karena kesempatan tersebut dapat ia manfaatkan untuk bertemu dan berkumpul kembali dengan ketiga sahabat akrabnya.

Masalah kemudian datang di tengah-tengah perjalanan mereka, mobil yang dikendarai keempatnya ditabrak oleh seorang pimpinan mafia, Marshall (John Goodman). Tak hanya itu, mereka juga terheran-heran dengan kemunculan Black Doug (Mike Epps), kawan dari pertualangan mereka di Las Vegas dahulu, sebagai anak buah Marshall. Marshall memberitahu bahwa Leslie Chow (Ken Jeong) telah mencuri harta emas yang ia miliki dan karena Alan adalah satu-satunya orang yang masih berhubungan dengan Leslie, maka Marshall meminta Alan untuk segera menghubungi Leslie dan merebut kembali emas yang telah ia curi. Marshall lalu menculik Doug dan memberikan waktu tiga hari bagi Alan dan teman-temannya untuk mencari keberadaan Leslie… atau ia akan membunuh Doug.

The Hangover besutan Todd Phillips (2009) lalu mampu meraih sukses luar biasa. Selain menuai pujian kritikus film, The Hangover mendapatkan pendapatan sebesar lebih dari US$450 juta dari biaya produksi hanya sebesar US$35 juta! Sontak pula hal ini membuat ketiga nama pemeran utamanya, Bradley Cooper, Zach Galifianakis serta Ed Helms, masuk ke jajaran aktor papan atas Hollywood. Kesuksesan tersebut berlanjut dengan The Hangover Part II (2011), yang banyak menuai kritikus film dunia sebagai karya asal-asalan. Dan sekarang hadir The Hangover Part III, yang  menyuguhkan plot cerita yang agak sedikit berbeda tapi dengan nuansa kegilaan, berbagai kekacauan dan persahabatan yang sama.

Sebagai film penutup, The Hangover Part III disuguhkan dengan cara berbeda dibandingkan dua film sebelumnya. Jika pada dua film sebelumnya berlatar sebuah pernikahan dan ke”amnesian” mereka akibat narkoba, di instalasi penutup ini plot cerita dibumbui action dan gangster versi Todd Phillips tentunya. Meski disebut penutup nampak bahwa THO III sedikit dipaksakan , namun setidaknya ini masih lebih baik dari The Hangover Part II. Tertolong pula chemistry yang dihadirkan oleh ketiga aktor tersebut benar-benar kuat dan sangat meyakinkan. Selain Alan yang menonjol dengan karakter yang “sama” semenjak awal franchise ini lahir, maka Phil dan Stu mampu terlihat begitu bebas dalam “menampilkan” karakter yang mereka perankan. Ketiga aktor tersebut berhasil menghadirkan sisi drama maupun tampil gila dalam menghadirkan kelucuan yang membuat penontonnya  terbahak-bahak. Kisah ini pun ditutup keputusan Alan yang mengejutkan.

GANGSTERS SQUAD : SATUAN KHUSUS MENGHADAPI MAFIA KEJAM





Film ini mungkin kurang dilirik bagi para pecinta film. Padahal sejatinya film yang diangkat  dari kisah nyata ini cukup mumpuni untuk menghibur. Walau banyak yang jauh dilencengkan dari kisah sebenarnya, kelucuan dan serunya plot cerita mampu menahan penonton untuk duduk manis sampai kisahnya berakhir. Tokoh mafia keji Mickey Cohen yang secara apik diperankan oleh Sean Penn, memang benar-benar ada. Bedanya kalau pada film ini dia diceritakan ditangkap karena membunuh. Pada kenyataannya dia ditangkap karena kasus pajak. Nama-nama besar di film ini dan juga tema gangster yang diusung, membuat film ini begitu menarik.

Mungkin tidak sebagus Scarface apalagi Godfather, tetap saja sayang untuk melewatkan karya yang satu ini. Ada komedi yang coba ditawarkan dalam film ini. Cerita film yang mengambil setting tahun 40an ini menceritakan tentang mafia Mickey Cohen (Sean Penn) yang memegang kekuasaan di daerah Los Angeles. Dia mengatur dan menguasai segala hal di kota itu. Mulai dari kepolisian sampai peradilan sudah dalam genggamannya. Satu-satunya penegak hukum  yang berani melawannya hanyalah Sersan O’Mara (Josh Brolin). Tapi tingkahnya ini tidaklah disukai teman sesama polisi dan juga istrinya, Connie (Mireille Enos), yang takut akan terjadi apa-apa dengan suaminya itu. Terutama saat ini dia tengah mengandung anak pertama mereka. Keberanian dan kejujuran O’mara diketahui oleh LAPD Bill Parker (Nick Nolte). Dia pun lalu menugaskan O’mara untuk membentuk satu gugusan pasukan khusus untuk menghabisi lingkaran setan  mafia Mickey Cohen.

Dibantu oleh istrinya, O’mara akhirnya memilih 5 orang yang terampil pada bidangnya masing-masing yaitu: Jerry Wooters (Ryan Gosling), Polisi yang suka berpesta tapi memiliki hati yang baik. Dia juga terlibat hubungan asmara dengan pacar Mickey Cohen, Grace Faraday (Emma Stone). Ada juga officer Coleman Harris (Anthony Mackie). Lalu petugas ahli penyadap Conway Keeler (Giovanni Ribisi), serta jago tembak tua Max Kennard (Robert Patrick) bersama partnernya, rookie Navidad Ramirez (Michael Peña) yang memaksa ikut bergabung. Tim itu bertindak tanpa membawa nama kepolisian. Mereka bertindak sudah atas nama membawa kebaikan ketempat mereka tinggal selama ini.

Selain komedi dan aksi film ini jelas mengandalkan nama besar bintang pemerannya. Sean Pean, sebagai Mickey Cohen, mengambil perhatian  lebih di film ini. Aktingnya memang memikat. Begitu pula Ryan Gosling juga mencuri perhatian, apalagi ini bukan peran pertamanya sebagai playboy. Dalam film Crazy, Stupid, Love (2011) dia juga dengan sukses menjadi playboy yang waktu itu juga bermain dengan Emma Stone. Wajar kalau chemistry antara mereka berdua bisa dapat di film ini.Dengan tema umum  semangat berbeda, layaklah film ini dikaruniai penonton yang mengantri menontonnya. ***

Sabtu, 14 September 2013

THE FROZEN GROUND : NICOLAS CAGE MEMBURU PEMBUNUH BERANTAI DI TENGAH DINGINNYA SALJU




Film Frozen Ground merupakan salah satu film thriller terbaru Nicolas Cage. produksi sineas Amerika Serikat. Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Scott Walker. Frozen Ground adalah salah satu dari sekian banyak film yang diangkat berdasarkan kisah nyata. Diangkat berdasarkan pada perburuan seorang pembunuh berantai di Alaska yang telah membunuh 17-21 orang dalam kurun waktu 3 tahun.Kisah nyata yang dibuat dalam bentuk film selalu menarik untuk ditonton.

Selain  Nicolas Cage, John Cusack, Katherine LaNasa, Vanessa Hudgens, 50 Cent, dan Radha Mitchell menjadi pengisi jajaran pemeran. Kehadiran mereka tentu saja menjdi jaminan kekuatan film ini.Di film ini, Nicolas Cage akan berperan sebagai seorang detektif yang bernama Glenn Flothe sedangkan pembunuh maniak  yang diburu bernama Robert Hansen yang diperankan oleh John Cusack.

Plot utama Frozen Ground adalah ambisi seorang detektif  bernama Jack Halcombe yang memburu Robert Hansen. Jack Halcombe berencana untuk pindah bersama keluarganya ke suatu tempat yang ada kaitannya dengan Robert Hansen. Robert Hansen adalah seorang tukang roti dan Halcombe meyakini bahwa Hansen bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan yang belum terpecahkan sekaligus pelaku penyekapan.

Seorang pelacur remaja yang bernama Cindy (Vanessa Hudgens) beruntung  berhasil melarikan diri dari sekapan sadis Hanse. Sayangnya kesaksiannya tentang penyekapan yang dia alami justru mendapat ejekan dari petugas polisi setempat. Bahkan Hansen dibebaskan sehingga dia melanjutkan kejahatannya. Detektif Halcombe tidak begitu saja tertipu oleh sikap Hansen. Halcombe percaya pada Cindy dan wanita itu adalah saksi kunci untuk membuktikan kesalahan Hansen.

Halcombe menemui Cindy tanpa sepengetahuan atasannya. Pada saat itu penyelidikan pada Hansen sempat dihentikan oleh atasan Halcombe karena menganggap kurangnya bukti-bukti. Sementara itu, Hansen terus memburu untuk membunuh Cindy, yang merupakan satu-satunya saksi yang hidup dari kejahatan yang mengerikan itu.

Untuk sebuah thriller, Frozen Ground memang minim kejutan. Dari awal kita sudah memahami duduk perkaranya. Tidak pernah ada keraguan atas kesalahan Hansen, yang bisa mudah ditebak oleh penonton, sedangkan perburuan Hansen untuk mendapatkan Cindy bisa ditebak dengan mudah.

Cusack berhasil memerankan perannya sebagai pembunuh berdarah dingin, dan meskipun penampilannya baik namun di sisi lain penonton tidak pernah benar-benar mendapat maksud motif kekejamannya. Cage cukup baik melakoni peran sebagai polisi yang tidak berhenti untuk mencari keadilan untuk para wanita muda yang dibunuh.
The Frozen Ground memang hanya menjual barisan pemeran utamanya, tapi tidak lebih.***

Minggu, 08 September 2013

RIDDICK : AKSI VIN DIESEL MELOLOSKAN DIRI DARI PLANET ALIEN

 Riddick adalah seri ketiga dari rangkaian kisah The Chronicles of Riddick. Diproduseri dan dibintangi Vin Diesel , film ini ditulis dan disutradarai  David Twohy, tim yang sama dengan dua film pendahulunya : Pitch Black (2000) dan The Chronicles of Riddick (2004). Film aksi ilmiah ini tetap menawarkan ketangguhan Vin Diesel dan aksi petualangannya.

Film dibuka dengan Riddick yang terdampar di sebuah planet tak dikenal. Riddick muncul dari timbunan puing dalam keadaan luka dan kaki patah. Berniat memulihkan diri, dia harus berhadapan pula dengan mahluk buas seperti anjing yang mendekatinya. Membutuhkan waktu untuk pemulihan, Riddick memilih berhibernasi.Dalam tidurnya, dia mengalami flashback pengalamannya selama ini. Betapa jahatnya Lord Marshall dan Necromongers. Riddick berencana pulang ke Furya. Riddick membuat perjanjian Commander Vaako; ia menunjukkan lokasi Furya dan Vaako menjadi Lord Marshall yang baru. Riddick dan sekelompok Necromongers, pimpinan Krone, tiba di sebuah planet. Mengenalinya bukan Furya, Riddick justru diserang para pendampinggnya. Krone lalu menghentikan perlawanan Riddick dan menguburnya dalam timbunan puing.
 Bangun dari tidur, Riddick tiba di sebuah padang rumput luas, yang dijaga mahluk ganas seperti kalajengking yang muncul dari kolam lumpur. Riddick berusaha melawan mahluk ini dibantu mahluk seperti anjing, piaraan barunya. Belakangan, muncul dua kapal berawak tak dikenal mendekati lokasinya.

Kapal pertama dipimpin Santana, berisikan para pemburu bayaran yang lihai. Kapal kedua dipimpin seorang yang disebut Boss Johns dan para tentara bayarannya. Mereka diperingatkan Riddick untuk meninggalkan salah satu kapal kalau tidak ingin terbunuh. Beberapa anakbuah Santana tewas saat konfrontasi dengan Riddick. Hal ini memaksanya bekerja sama dengan Johns. Riddick mengakali kedua Johns dan Santana untuk mengadakan tawar menawar. Namun Johns lebih licik dan tangan kanannya, Dahl, berhasil melumpuhkan Riddick.






Johns menyelidiki nasib anaknya William. Ia ingin mendapat keterangan langsung dari  Riddick ( yang mengenalnya dalam Pitch Black). Saat badai datang, sejumlah besar scorpion-creatures mengepung tempat mereka berada dan membunuh beberapa orang. Johns setuju melepas Riddick untuk menunjukkan sumber energi pesawatnya.Tapi Santana tak setuju dan berupaya membunuh Riddick.  Johns, Riddick dan Diaz, memisahkan diri menuju tempat sumber energi disimpan. Kisah selanjutnya adalah perjuangan Riddick melepaskan diri dari kekejaman kedua antagonis tersebut.

Mengingat naskahnya yang tidak istimewa, Riddick benar-benar menggantungkan diri sepenuhnya pada nama besar Vin Diesel dan aksi-aksinya. Namun gangguan berupa dialog-dialog yang aneh serta begitu datarnya karakter Riddick membuat penonton tidak dapat mengharapkan lebih dari film ini. Bahkan alien-alien dalam film ini penampilannya seolah biasa saja  tidak begitu menyeramkan.

Casting :
Vin Diesel as Richard B. Riddick
Jordi Mollà as Santana
Matt Nable as Boss Johns
Katee Sackhoff as Dahl
Dave Bautista as Diaz
Bokeem Woodbine as Moss
Raoul Trujillo as Lockspur
Conrad Pla as Vargas
Danny Blanco Hall as Falco
Noah Danby as Nunez
Neil Napier as Rubio
Nolan Gerard Funk as Luna
Karl Urban as Vaako
Alex Branson as Lex Branman
Andreas Apergis as Krone
Keri Hilson as Santana's Prisoner

Rabu, 04 September 2013

PASSION : KARYA DE PALMA SETELAH 7 TAHUN




Siapa tak kenal Brian De Palma? Sutradara senior yang terkenal dengan lebih dari dua lusin film sepanjang 46 tahun kariernya.Dari mulai film horor Carrie, lalu drama menggigit : Scarface, film western Untouchable, hingga film action Mission Impossible dan Snake Eyes. Passion menandakan kembalinya sutradara gaek Brian De Palma setelah hampir tujuh tahun lamanya absen paska film perang terakhirnya, Redacted (2007). Sayangnya Passion jelas bukan diantaranya yang terbaik dari karya De Palma.

Passion adalah sebuah sajian thriller pskilologis erotis yang diadaptasinya dari film Perancis milik Alain Corneau berjudul Love Crime (2010). Kisahnya tentang persaingan antara  Christine (Rachel McAdams), eksekutif muda sebuah perusahaan iklan ternama Berlin dan rekan sekerjanya,  Isabelle (Noomi Repace). Christine yang ambisius menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisinya. Christine menyabotase semua yang dimiliki Isabelle: pekerjaan, reputasi bahkan sampai orang yang dicintainya:Dirk. (Paul Anderson). Hal itu menimbulkan kebencian dan kebingungan luarbiasa dari Isabelle.Yang terjadi kemudian adalah usaha saling membalas satu sama lain yang berujung malapetaka.

Pada dasarnya ini plot film ini sederhana.Tentang persaingan mencapai puncak karier antara atasan dan bawahan. Menjadi sedikit rumit ketika mereka kemudian membawa masalah pribadi ke dalamnya (perselingkuhan, lesbiansime). Dibintangi akris papan atas seperi McAdams dan Repace yang tengah naik daun, De Palma selalu membalut setiap film-filmnya, khususnya yang berkaitan dengan thriller ala Hitchcock dipadukan crime-mistery ala Giallo. Kekuatan film ini tentu saja ada pada dua pemeran utama dan sang sutradara.




Beberapa pengamat menyerang Passion yang terasa seperti salah satu episode serial televisi ketimbang sebuah sajian layar lebar. Di akhir kisah penonton akan dibuat bingung dengan pilihan manakah yang nyata dan manayang sebatas mimpi.  Meski De Palma berusaha memberikan banyak sekali kejutan dalm film ini, namun Passion kehilangan greget  dalam beberapa segmen. Yang cukup mengganggu tentunya adegan  mimpi yang berulang-ulang . Tetapi toh,  dibalik banyak kekurangnnya, karya De Palma sedikit sayang untuk dilewatkan.

Casting :

Rachel McAdams as Christine
Noomi Rapace as Isabelle James
Karoline Herfurth as Dani
Paul Anderson as Dirk
Rainer Bock as Inspector Bach
Benjamin Sadler as Prosecutor

Selasa, 03 September 2013

PERCY JACKSON : SEA OF MONSTERS : PUTRA DEWA YANG MENYELAMATKAN SEBATANG POHON AJAIB









Percy Jackson: Sea of Monsters hadir sebagai sebuah sequel yang diharapakan penggemar novel Rick Riordan. Tiga tahun lalu Percy Jackson & The Ollympians mendulang sukses yang di luar dugaan produser.Maka tak heran, jajaran produser langsung membuat sekuel film petualangan fiksi ini. Diambil dari novel Rick Riordan berjudul sama, film ini dirilis 7 Agustus di Amerika dan sedang menyusul versi 3D-nya.Tepat 1 September dilaporkan pendapatan kotor sekuel Percy Jackson telah melebihi $130 juta dari seluruh dunia.

Percy Jackson (Logan Lerman) dan kawan-kawan, melanjutkan petualangannya dengan mencari the Golden Fleece (Bulu Domba Emas)  di sebuah kawasan yang dijuluki Sea of Monsters. Bulu Domba tersebut dipercayai bisa menyelamatkan sebuah pohon ajaib yang bisa melindungi mereka dari musuh-musuhnya.

Di Camp Half-Blood, Percy bertemu dengan Tyson (Douglas Smith), seorang cyclops yang adalah saudara tirinya. Tak lama kemudian terjadi kekacauan disebabkan serangan mendadak  Luke Castellan (Jake Abel), yang berencana memusnahkan Gunung Olympus.  Chiron (Anthony Head), pembina Percy di camp menyatakan bahwa Luke telah meracuni pohon ajaib yang selama ini melindungi camp dengan selubung tak kelihatan. Pohon tersebut diciptakan oleh Thalia Grace (Paloma Kwiatkowski), putri Zeus, yang dibunuh seorang cyclops. Annabeth Chase (Alexandra Daddario) akhirnya mendapatkan pengetahuan bahwa  Golden Fleece dapat memulihkan pohon sekarat tersebut.Berlomba dengan waktu, penanggung jawab Camp :Dionysus (Stanley Tucci), memerintahkan Clarisse La Rue (Leven Rambin), putri Ares untuk menemukannya.  Percy tidak tinggal diam. Bersama  Annabeth, Tyson dan Grover Underwood (Brandon T. Jackson) berusaha menemukan  benda tersebut dengan caranya sendiri.Sebelum berangkat,  Oracle (Shohreh Aghdashloo) meramalakan bahwa seorang anak keturunan tiga Dewa Utama akan mengalahkan Luke, dan darahnya bisa menyelamatkan atau justru menghancurkan  Olympus . Mendengar itu Percy yakin ialah yang dimaksud oleh ramalan itu. Tyson tidak masuk kriteria karena dia tidak lahir dari seorang manusia.

The Graeae (Missi Pyle, Yvette Nicole Brown dan Mary Birdsong) memberikan Percy dkk arah menuju pulau misterius dan meninggalkan mereka di Washington, D.C., dimana Grover ditangkap kawanan Luke. Grover dibutuhkan Luke untuk menggambarkan letak Fleece. Sebagai bangsa jin, ia punya kemampuan itu.Namun Grover merasa takut kepada Polyphemus (Robert Maillet), cyclops yang menjaga Golden Fleece yang menjadikan Fleece sebagai bujukan bagi bangsa jin  untuk menyantap mereka. Percy, Annabeth dan Tyson lalu menemui Dewa  Hermes (Nathan Fillion), ayah Luke.Hermes memberitahu bahwa Luke ada di lautan kecil di sekitar  Samudera Atlantic yang bernama Andromeda. Ia memohon maaf telah menjadi ayah yang buruk bagi Luke. Hermes memberikan sebuah kaset yang bisa membuat benda menghilang dan termos berisi angin. Mengendarai seekor  Hippocampus Percy cs berangkat  menuju Andromeda.Petualangan trio ini semakin mendebarkan karena mereka harus berhadapan dengan beraneka bahaya termasuk bangkitnya mahluk adidaya Titan Kronos (Robert Knepper).

Shelly Johnson yang menata tata gambar layak diacungi jempol dengan kualitas gambar yang begitu memikat. Sutradara Thor Fraudenthal juga sukses menuangkan ide novel menjadi sebuah tontonan yang mengasyikkan. Walau tak sedahsyat trilogi Lords of The Ring, sekuel Percy Jackson ini setidaknya cukup menghibur pangsa pasar yang dibidiknya. ***

   

Minggu, 01 September 2013

THE MORTAL INSTRUMENTS : CITY OF BONES




Satu lagi film yang diangkat dari novel laris.Selayaknya serial Harry Potter dan juga Twilight, The Mortal Instruments: City of Bones mencoba mengeruk fans setia pembaca novelnya dan penonton awam. Film yang baru mulai edar pada bulan Agustus 2013, adalah film yang diangkat dari novel laris karya Cassandra Clare. Penggemar novel ini sangat banyak sekali di seluruh dunia. Mereka menamakan diri mereka itu Shadowhunters. Film The Mortal Instruments: City of Bones adalah film pertama dari rangkaian 5 film -berdasarkan bukunya yang terbagi dalam 5 cerita- yang akan dirilis ini.

Dalam film pertamanya ini diceritakan seorang wanita yang berusia 15 tahun, Clary Fray (Lily Collins) sedang mengunjungi sebuah klub malam  di kota New York. Disana Ia melihat sebuah kejadian aneh yang mana hanya mampu dilihat olehnya.Tanpa disangka-sangka dia menjadi saksi pembunuhan oleh 3 pemuda yang memiliki tattoo aneh ditubuhnya. Pembunuhan itu dilakukan di tengah keramaian club. Tapi hanya Clary yang bisa melihat para pembunuh ini.

Inilah awal perjumpaan Clary dengan para Shadowhunters, para pejuang yang bertugas melindungi bumi dari para iblis. ini jugalah awal perjumpaan Clary dengan Jace, salah seorang shadowhunters yang bertampang seperti malaikat dengan kelakuan menyebalkan.Anehnya lagi, setelah pulang dari klub tersebut, Ia mendapati bahwa ibunya telah diculik!  Kurang dari 24 jam, Clary pun dibawa ke dunia Shadowhunters secara paksa. Clary menemukan bahwa dirinya adalah keturunan makhluk setengah malaikat yang disebut Shadowhunter dan ibunya dilarikan iblis. Tapi kenapa para iblis ingin menyerang manusia biasa seperti Clary dan ibunya? Hal ini juga ingin diketahui oleh para Shadowhunters yang sekarang bertugas untuk melingdungi Clary.

Film fantasi berdurasi 130 menit ini diangkat dari seri pertama novel best-seller karya penulis berumur 40, Cassandra Clare. Perlu ditunggu hasil pemutaran perdananya. Apakah nasibnya seperti Harry Potter yang animo penontonnya tidak terlalu besar. Pekan pertama diputar di Amerika, film berbudget 60 juta dolar ini hanya mampu mengantongi 9 juta dolar serta menduduki peringkat 2 di box office Amerika. Jadi mari kita tunggu saja kedatangannya di Indonesia tanggal 27 Agustus 2013.