Tampilkan postingan dengan label thriller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thriller. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2014

13 SINS : 13 CARA KAYA MENDADAK

The Weinstein Company, sebuah perusahaan yang memproduksi film-film thriller dan horor, mengedarkan film terbarunya berjudul 13 Sins. Film ini merupakan remake dari film Thailand berjudul Game of Death  yang diproduksi 2006 silam. Mengapa sineas Hollywood sampai mau membuat remake film laris dari Thailand tersebut?

Bagi Anda yang menonton film remake tanpa melihat aslinya, sudah pasti akan berkesan terhadap film ini. Inti kisahnya adalah seorang manusia yang ditawari cara cepat menjadi kaya oleh sebuah konsorsium milyuner gila yang terhibur dengan cara-cara korbannya demi bisa kaya.

Dalam film karya Daniel Stamm ini Anda akan bertemu dengan salesman frustasi (Mark Webber) yang bingung bagaimana membiayai pernikahan dengan tunangannya yang hamil muda (Rutina Wesley). Tiba-tiba ia mendapat panggilan telepon misterius yang mengajaknya bermain : 13 Game of Detah. Satu pertanyaan bernilai uangyang sangat besar. Bahkan jika ia bisa menyelesaikan 13 tantangan, ia kan menjadi orang kaya mendadak. 

Tantangan demi tantangan ia jalani. Semakin lama tantangannya semakin berat dan mengerikan. Bahkan sampai harus menyakiti orang lain. Tentu saja hal ini mengundang pihak kepolisian untuk menyelidikinya. Seorang detektif berpengalaman (Ron Perlman) dengan cepat menangkap ada sesuatu yang tidak beres dengan kasus yang melibatkan sang salesman tersebut.

Daniel Stamm adalah penulis dan sutradara bebakat asal Jerman yang baru mengarahkan beberapa film seperti : A Necessary Death dan The Last Exorcism. Bakatnya dalam genre thriller dibuktiikan dalam film ini. Tidak seperti film orsinilnya yang brutal dan berhamburan darah, Stamm mampu membuat alunan kisah yang menarik dengan balutan misteri yang cukup membuat dag dig dug.







Jumat, 25 Oktober 2013

RUNNER RUNNER : ADU KHARISMA AFFLECK - TIMBERLAKE BERMAIN JUDI











 Ada beberapa hal yang membuat film ini, menurut para produser sangat layak dijual.
Pertama casting yang terdapat di dalamnya. Wajah ganteng Justin Timberlake dan Ben Affleck cukup mumpuni menarik minat para penonton cewek. Yang kedua plot cerita yang diilhami
kisah nyata di dunia maya. Yang ketiga tentu saja sosok Brad Furman, sutradara dibalik sukses Lincoln Lawyer.

Richie Furst (Timberlake), seorang mahasiswa pintar asal Universitas Princeton, mendapat masalah saat pihak universitas memanggilnya. Disinyalir menyalahgunakan kepandaiannya. Richie diduga memberi akses dan menjadi makelar perjudian di dunia maya. Krisis ini ditambah pula kondisi ekonomi Richie yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya membayar kuliah. Di tengah segala masalahnya itu, Furst malah bertemu dengan Ivan Block (Affleck) , sosok yang berada di balik situs judi online terbesar.
 Block kemudian menawarkan sesuatu ang menggoda hati nurani Richie. Block menginginkan kerja sama dengan iming-iming yang dapat membuat Richie menjadi kaya. Tentu saja Richie senang. Di saat yang sama FBI mendekatinya, dan memojokkan Richie untuk membantu mereka. FBI sudah lama mengincar untuk menangkap Ivan Block, buron internasional perjudian ilegal.Apakah yang dilakukan Richie selanjutnya?





 Runner Runner mempertemukan akting Justin Timberlake dengan Ben Affleck. Sebagai pemain baru dalam dunia seni peran, Timberlake masih perlu membuktikan diri. Sebagai penegas eksistensinya di dunia film Timberlake baru sekali mendapatkan  aktor utama (In Time). Film keduanya ini diharapkan mendongkrak karir Justin di ranah layar lebar. Untungnya ia mendapat lawan main sekelas Affleck,
yang untuk kedua kalinya The Town, berperan sebagai leading villain. Gemma Artenton (Prince of Persia) juga kembali membuktikan diri buan hanya sebagai pemanis belaka. Brad Furman mengolah kisah crime-drama ini dengan memikat walau minim kejutan. Namun tak ada ruginya untuk menyaksikan adu akting Timberlake dan Affleck.***




Genre:
Crime, Drama,
Thriller
Sutradara:
Brad Furman
Pemain:
Justin Timberlake,
Ben Affleck,
Gemma Arterton,
Anthony Mackie,
Michael Esper




































Sabtu, 14 September 2013

THE FROZEN GROUND : NICOLAS CAGE MEMBURU PEMBUNUH BERANTAI DI TENGAH DINGINNYA SALJU




Film Frozen Ground merupakan salah satu film thriller terbaru Nicolas Cage. produksi sineas Amerika Serikat. Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Scott Walker. Frozen Ground adalah salah satu dari sekian banyak film yang diangkat berdasarkan kisah nyata. Diangkat berdasarkan pada perburuan seorang pembunuh berantai di Alaska yang telah membunuh 17-21 orang dalam kurun waktu 3 tahun.Kisah nyata yang dibuat dalam bentuk film selalu menarik untuk ditonton.

Selain  Nicolas Cage, John Cusack, Katherine LaNasa, Vanessa Hudgens, 50 Cent, dan Radha Mitchell menjadi pengisi jajaran pemeran. Kehadiran mereka tentu saja menjdi jaminan kekuatan film ini.Di film ini, Nicolas Cage akan berperan sebagai seorang detektif yang bernama Glenn Flothe sedangkan pembunuh maniak  yang diburu bernama Robert Hansen yang diperankan oleh John Cusack.

Plot utama Frozen Ground adalah ambisi seorang detektif  bernama Jack Halcombe yang memburu Robert Hansen. Jack Halcombe berencana untuk pindah bersama keluarganya ke suatu tempat yang ada kaitannya dengan Robert Hansen. Robert Hansen adalah seorang tukang roti dan Halcombe meyakini bahwa Hansen bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan yang belum terpecahkan sekaligus pelaku penyekapan.

Seorang pelacur remaja yang bernama Cindy (Vanessa Hudgens) beruntung  berhasil melarikan diri dari sekapan sadis Hanse. Sayangnya kesaksiannya tentang penyekapan yang dia alami justru mendapat ejekan dari petugas polisi setempat. Bahkan Hansen dibebaskan sehingga dia melanjutkan kejahatannya. Detektif Halcombe tidak begitu saja tertipu oleh sikap Hansen. Halcombe percaya pada Cindy dan wanita itu adalah saksi kunci untuk membuktikan kesalahan Hansen.

Halcombe menemui Cindy tanpa sepengetahuan atasannya. Pada saat itu penyelidikan pada Hansen sempat dihentikan oleh atasan Halcombe karena menganggap kurangnya bukti-bukti. Sementara itu, Hansen terus memburu untuk membunuh Cindy, yang merupakan satu-satunya saksi yang hidup dari kejahatan yang mengerikan itu.

Untuk sebuah thriller, Frozen Ground memang minim kejutan. Dari awal kita sudah memahami duduk perkaranya. Tidak pernah ada keraguan atas kesalahan Hansen, yang bisa mudah ditebak oleh penonton, sedangkan perburuan Hansen untuk mendapatkan Cindy bisa ditebak dengan mudah.

Cusack berhasil memerankan perannya sebagai pembunuh berdarah dingin, dan meskipun penampilannya baik namun di sisi lain penonton tidak pernah benar-benar mendapat maksud motif kekejamannya. Cage cukup baik melakoni peran sebagai polisi yang tidak berhenti untuk mencari keadilan untuk para wanita muda yang dibunuh.
The Frozen Ground memang hanya menjual barisan pemeran utamanya, tapi tidak lebih.***