Tampilkan postingan dengan label Emma Stone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emma Stone. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Mei 2014

THE AMAZING SPIDERMAN 2 : RISE OF ELECTRO : SAAT MANUSIA LABA-LABA MENCARI CINTA



Jagoan Marvel kembali beraksi. Sukses dengan The Amazing Spiderman, studio kembali menmpilkan kisah kehidupan Peter Parker. Peter  (Andrew Garfield) terus berjuang dengan menyeimbangkan hidupnya sebagai seorang siswa SMA, dan tanggung jawabnya sebagai Spider-Man. Ketika Peter mulai menyelidiki lebih lanjut tentang masa lalu ayahnya, berkat bantuan temannya Harry Osborn, ia mulai menyadari bahwa ancaman baru Electro dan Rhino semua memiliki satu kesamaan, 'Oscorp'

Peter mulai mengalami dilema hubungan dengan Gwen Stacy (Emma Stone). Sampai kemudian Peter memutuskan hnya menjadi sahabat Gwen. Menghadapi ketidakyakinan Peter, Gwen memutuskan melanjutkan studi ke Inggris. Sementara itu ia menyambi kerja di oscorp dan bertemu dengan karyawan berbakat  Max (Jamie Foxx) yang memuja Spiderman dan mendendam kepada perusahaannya.

Di lain pihak Harry (Daan DeHaan) diangkat sebagai pemimpin baru Oscorp paska kematian ayahnya. Harry yang terkena penyakit serius turunan berupaya mencari obat bagi kesembuhannya. Dan ia menemukan cara yaitu melalui darah Spiderman. Peter yang mendengar permintaan Harry jelas menolak ide tersebut. Posisi Harry semakin terjepit saat ia disingkirkan secara licik oleh tangan kanan ayahnya. Terbakar amarah dan frustasi Harry membujuk Elektro untuk menguasai kembali Oscorp dan membunuh Spiderman.

The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro (Atau disebut The Amazing Spider-Man 2) adalah film pahlawan super Amerika yang diadaptasi dari karakter Spider-Man terbitan Marvel Comics, disutradarai oleh Marc Webb, dirilis oleh Sony Pictures dan Columbia Pictures. Merupakan sekuel dari film The Amazing Spider-Man yang dirilis pada tahun 2012. Pihak studio memilih James Vanderbilt sebagai penulis cerita, lalu Alex Kurtzman dan Roberto Orci yang menulis ulang ceritanya Andrew Garfield dan Emma Stone kembali berduet sebagai Peter dan Gwen. Didukung oleh Chris Zylka, Sally Field, Campbell Scott, Embeth Davidtz, dan Kari Coleman sebagai tokoh-tokoh di sekitar Peter.
Marc Webb, sang sutradara menghadirkan wajah-wajah baru yang tidak ada pada seri pertamanya antara lain Jamie Foxx, Shailene Woodley, Dane DeHaan, Colm Feore, Paul Giamatti dan Sally Field.

Yang menarik, dalam proses akhir film ini, adegan Mary Jane terpaksa dihapus untuk dimunculkan dalam seri selanjutnya. Shailene Woodley, pemeran MJ, mengutarakan penghapusan adegan MJ dimaksudkan agar kisah di TAS2 lebih difokuskan pada hubungan Peter-Gwen. Vanderbilt mampu menuliskan naskah dengan cukup menarik. Durasi film yang panjang namun tidak membosankan membuktikan kepiawaian sang penulis naskah. Penonton juga dihibur dengan tampilan gambar dan visual yang cerah mempesona. Kalau dibandingkan, rasanya TAS2 ini lebih unggul daripada seri awalnya.

Selayaknya film superhero lainnya, tidak ada yang membuat penonton rela mengantri di bioskop selain rasa penasaran menyaksikan nama besar jagoannya beraksi. Jadi jangan harapkan sesuatu yang spesial dari film ini. Akhirnya untuk sebuah hiburan berkelas penonton pastinya puas mengeluarkan uang setelah menyakskan film ini.

Senin, 23 September 2013

GANGSTERS SQUAD : SATUAN KHUSUS MENGHADAPI MAFIA KEJAM





Film ini mungkin kurang dilirik bagi para pecinta film. Padahal sejatinya film yang diangkat  dari kisah nyata ini cukup mumpuni untuk menghibur. Walau banyak yang jauh dilencengkan dari kisah sebenarnya, kelucuan dan serunya plot cerita mampu menahan penonton untuk duduk manis sampai kisahnya berakhir. Tokoh mafia keji Mickey Cohen yang secara apik diperankan oleh Sean Penn, memang benar-benar ada. Bedanya kalau pada film ini dia diceritakan ditangkap karena membunuh. Pada kenyataannya dia ditangkap karena kasus pajak. Nama-nama besar di film ini dan juga tema gangster yang diusung, membuat film ini begitu menarik.

Mungkin tidak sebagus Scarface apalagi Godfather, tetap saja sayang untuk melewatkan karya yang satu ini. Ada komedi yang coba ditawarkan dalam film ini. Cerita film yang mengambil setting tahun 40an ini menceritakan tentang mafia Mickey Cohen (Sean Penn) yang memegang kekuasaan di daerah Los Angeles. Dia mengatur dan menguasai segala hal di kota itu. Mulai dari kepolisian sampai peradilan sudah dalam genggamannya. Satu-satunya penegak hukum  yang berani melawannya hanyalah Sersan O’Mara (Josh Brolin). Tapi tingkahnya ini tidaklah disukai teman sesama polisi dan juga istrinya, Connie (Mireille Enos), yang takut akan terjadi apa-apa dengan suaminya itu. Terutama saat ini dia tengah mengandung anak pertama mereka. Keberanian dan kejujuran O’mara diketahui oleh LAPD Bill Parker (Nick Nolte). Dia pun lalu menugaskan O’mara untuk membentuk satu gugusan pasukan khusus untuk menghabisi lingkaran setan  mafia Mickey Cohen.

Dibantu oleh istrinya, O’mara akhirnya memilih 5 orang yang terampil pada bidangnya masing-masing yaitu: Jerry Wooters (Ryan Gosling), Polisi yang suka berpesta tapi memiliki hati yang baik. Dia juga terlibat hubungan asmara dengan pacar Mickey Cohen, Grace Faraday (Emma Stone). Ada juga officer Coleman Harris (Anthony Mackie). Lalu petugas ahli penyadap Conway Keeler (Giovanni Ribisi), serta jago tembak tua Max Kennard (Robert Patrick) bersama partnernya, rookie Navidad Ramirez (Michael Peña) yang memaksa ikut bergabung. Tim itu bertindak tanpa membawa nama kepolisian. Mereka bertindak sudah atas nama membawa kebaikan ketempat mereka tinggal selama ini.

Selain komedi dan aksi film ini jelas mengandalkan nama besar bintang pemerannya. Sean Pean, sebagai Mickey Cohen, mengambil perhatian  lebih di film ini. Aktingnya memang memikat. Begitu pula Ryan Gosling juga mencuri perhatian, apalagi ini bukan peran pertamanya sebagai playboy. Dalam film Crazy, Stupid, Love (2011) dia juga dengan sukses menjadi playboy yang waktu itu juga bermain dengan Emma Stone. Wajar kalau chemistry antara mereka berdua bisa dapat di film ini.Dengan tema umum  semangat berbeda, layaklah film ini dikaruniai penonton yang mengantri menontonnya. ***