Sabtu, 05 April 2014

THE RAID 2 : BERANDAL : KEMBALINYA IKO UWAIS MENENTANG MAUT BERSAMA JULIE ESTELLE


Paska kesuksesan The Raid (Gareth Evans), film-film Indonesia mengalami kemajuan dalam berbagai aspek kualitas. Diakui atau tidak, mulai banyak penggiat bisnis dunia entertainment yang “gerah” dengan fenomena ini. Seolah tidak ingin kalah pamor, ada beberapa produser yang “berani” bermain budget demi memproduksi film “tandingan” The Raid, meskipun berbeda genre.

“Jangan remehkan film Indonesia,” begitulah pernyataan salah satu produser tersebut. Side effect The Raid memang masih terasa hingga kini. Pecinta film lokal dengan antusias menunggu sekuel dari film yang melambungkan Iko Uwais sebagai the New Barry Prima. Dalam 'Berandal' akan mengambil latar cerita dua jam setelah akhir 'The Raid'. Seperti diketahui, di akhir film itu karakter Rama yang diperankan Iko Uwais berhasil keluar hidup-hidup dari apartemen maut markas gerombolan penjahat paling berbahaya di Jakarta.Rama, lelaki muda berumur 20-an, duduk di toilet, menunduk memandang kakinya sambil merenungi bagaimana ia tiba di posisinya sekarang, bagaimana ia kini memakai seragam narapidana dan namanya berubah menjadi angka-angka yang tercetak pada kantong bajunya. Dulu dia adalah seorang penjual kios makanan, namun sebuah tindakan bela diri membuatnya kehilangan kebebasan dan cinta tunangannya, Dwi. Dipenjara selama 5 tahun setelah kemarahannya menyebabkan seorang penyerang menjadi lumpuh. Rama tiba di penjara pengamanan tinggi, tanpa sama sekali mengenal dunia kriminal. Ia segera menjadi target geng-geng yang saling bertarung untuk kekuasaan dan kontrol.

Dia lalu ditarik oleh Uco, anak dari gangster besar, Bangun. Bekerja sebagai penagih hutang dan tukang pukul, Rama dengan cepat mendapat kepercayaan grupnya dan seperti telahmenemukan tempatnya dalam dunia kriminal. Tetapi kemudian ambisi Uco dipanas-panasi oleh Bejo, pemimpin geng kecil yang ingin memperbesar usahanya.
Melihat kesempatan untuk meyakinkan sang anak yang berkeinginan keras bahwa sekarang adalah waktu yang tempat bagi Uco untuk mengambil alih organisasi
ayahnya, Bejo mengendalikan Uco seperti boneka dalam melakukan tindakan-tindakan pembunuhan, pengkhianatan, dan korupsi yang semakin memburuk. Persahabatan Rama dan Uco pun teruji sampai titik akhir, dan jalan mereka semakin menjauh. Sebuah keputusan harus dibuat antara kekuasan yang saat ini memimpin dengan
ahli waris yang nekat. Setiap hal yang dilakukan Rama akan menguji kesetiaannya, setiap pilihan akan membawa langkahnya semakin dalam ke kekerasan dan pertumpahan darah yang tidak bisa iatinggalkan, betapapun ia ingin.

Gareth Evans mengaku menyiapkan dana sekitar US$ 3 juta atau sekitar Rp 26,9 miliar untuk 'Berandal'. Sutradara asal Wales itu menyiapkan dana US$ 2 juta lebih besar dari 'The Raid' karena lingkup cerita yang lebih luas dari film pertama.Selain itu, 'Berandal' juga memakai banyak bintang terkenal Tanah Air. Tio Pakusadewo akan berperan sebagai mafia sadis dengan bantuan Alex Abbad, ditambah penampilan Mathias Muchus, Arifin Putra, dan Oka Antara.Yayan Ruhian yang berperan bengis sebagai Mad Dog (dalam The Raid) akan kembali membintangi 'Berandal' sebagai karakter baru . Ada pula Cecep Arif Rahman, aktor anyar yang mendalami silat Panglipur.Tak ketinggalan sosok Julie Estelle sebagai petarung wanita bernama Hammergirl.


Bagaimana hasilnya? Jika melihat kesuksesan film pertama yang dipersiapkan dengan baik. Tak salah bila menyebut Berandal hampir setara dengan film pendahulunya. Apalagi dalam film sekuel ini Evans cukup berani menambahkan aneka adegan aksi yang menawan. Sebelum menggarap 'The Raid', Gareth memang sudah menyiapkan cerita untuk sekuelnya. Koreografi silat dan para petarung profesional juga sudah disiapkan sejak lama."Untuk sekuel The Raid saya ingin menampilkan kejar-kejaran mobil. Jadi kita memiliki  adegan perkelahian keren di mana Anda masuk ke mobil, berjuang melawan empat orang, seperti itu ngebut sepanjang perjalanan," ujar Gareth.

Untuk skala nasional, rasanya Gareth Evans dkk boleh berbangga hati, The Raid 2 sungguh beraroma Indonesia. Bahkan boleh dikatakan lebih bagus dari film aksi sejenis di Asia. jadi jika Anda pecinta film, sangat tidak layak untuk melewatkan yang satu ini.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar