Rabu, 21 Agustus 2013

THE GREAT GATSBY : KISAH KELAM CINTA SEORANG PENGUSAHA MISTERIUS

 Diadaptasi dari novel legendaris berjudul sama karya F. Scott Fitzgerald, sutradara  Baz Luhrmann menjadikan The Great Gatsby  sangat indah dalam penampilan audio serta visualnya. Cerita aslinya yang begitu hitam dan suram disulap sang pengarah dengan balutan  kemewahan dan keindahan tata gambar. Sayangnya film ini begitu lemah dalam pendalaman karakter. Sehingga nama-nama seperti Leo Di Caprio dan Tobey Maguire seakan tidak tereksploitasi dengan maksimal. Penampilan yang terlalu datar maupun hampa, membuat  The Great Gatsby gagal menguras segi emosional setiap penontonnya.

 Nicholas “Nick” Carraway (Tobey Maguire) memulai film ini dengan narasinya. Pada musim panas  tahun 1922 di Amerika Serikat, Nick menyewa sebuah rumah kecil di wilayah Long Island, yang ironisnya, terletak bersebelahan dengan sebuah rumah besar milik pengusaha misterius, Jay Gatsby (Leonardo DiCaprio). Nick adalah seorang pemuda yang dikisahkan baru saja pindah ke kota New York untuk mengejar kesuksesan dengan menjadi seorang pedagang saham. Kota ini seringkali mengadakan pesta besar dan mewah. Tamunya pun tidak main-main, warga kelas atas New York City serta kota-kota lain di Amerika Serikat. Salah satunya di rumah milik Gatsby.  Sebagai seorang pendatang , Nick hanyalah bisa membayangkan jadi tamu pesta mewah tersebut. Namun, suatu hari Nick mendapatkan sebuah ajakan ke pesta tersebut langsung dari Jay Gatsby.

Setelah saling berkenalan, berkembanglah hubungan persahabatan antara Nick dan Jay Gatsby.Bahkan Gatsby mengenalkan Nick pada beberapa sosok penting di kota New York yang selama ini telah menjadi relasi bisnisnya. Namun ternyata ada sesuatu di balik hubungan persahabatan tersebut . Satu kali Jay Gatsby meminta bantuan dari Nick. Ia diminta untuk mempertemukan Gatsby dengan sepupu Nick, Daisy Buchanan (Carey Mulligan). Tidak diketahuinya,  Gatsby dan Daisy pernah menjalin hubungan asmara di masa lampau. Hubungan ini terputus karena Gatsby harus turut berperang.Daisy  menikahi pria lain bernama Tom Buchanan (Joel Edgerton). Permintaan  tersebut  mudah saja disanggupi oleh Nick. Tak dia sangka, pertemuan antara Jay Gatsby dan Daisy memulai sebuah kisah tragedi  dari cinta yang secara perlahan terbentuk  kembali .

 Setelah itu maka pengembangan cerita seolah mandek. Sisi menarik isah Gatsby seolah tertutupi sentuhan keindahan pada setiap adegan dihadirkan. Penonton pastinya begitu kagum pada deretan kostum yang dipakai oleh para pemerannya hingga desain produksi dan tata sinematografi yang digunakan. Dan tentu saja,  deretan lagu-lagu yang begitu pas mengisi setiap adegan ceritanya. Sayangnya sisi pengembangan  karakter dalam film ini begitu dangkal. .Perhatikan bagaimana karakter Nick Carraway yang tak lebih dari seorang narator cerita dengan  peran yang tak begitu berarti. Karakter utama film ini, Jay Gatsby, juga merupakan karakter yang dangkal dan cuma dijelaskan melalui deretan narasi  Carraway.  Padahal, dengan tema cerita yang menyentuh  ambisi, pengkhianatan, kelas sosial, harapan hingga tragedi romansa, The Great Gatsby seharusnya  dapat menyentuh setiap orang yang menyaksikannya.

Setidaknya penonton dapat terhibur oleh aktor dan aktris yang dapat menghidupkan karakter mereka dengan baik. Leonardo DiCaprio tampil sangat mumpuni sebagai Jay Gatsby. Ketampanan dan kharisma DiCaprio yang begitu kuat mampu membuat penampilannya sebagai Jay Gatsby hadir dengan pesona mendalam. Chemistry-nya dengan pemeran lainnya mampu tercipta secara alami sehingga berhasil terlihat begitu meyakinkan. Penampilan Carey Mulligan serta Tobey Maguire cukup baik secara karakter mereka yang terbatas, Jason Clarke dan Isla Fisher mampu tetap tampil kuat meskipun porsi penceritaan karakternya begitu minimalis. Yang istimewa tentunya Joel Edgerton dan Elizabeth Debicki, penampilan keduanya  mampu mencuri perhatian. Karakter Tom Buchanan serta Jordan Baker yang diperankan oleh keduanya memang lebih menarik dari para karakter utama di film ini.***



THE CALL : OPERATOR 911 YANG BERURUSAN DENGAN PEMBUNUH


 The Call merupakan film thriller terbaru yang memiliki ide dasar cerita yang sesungguhnya menarik. Dibintangi oleh Halle Berry, film ini semestinya dapat bertahan lama di jajaran film laris.Sayangnya naskah dan plot cerita kurang berkembang dan gagal menjawab harapan penonton. Plus begitu pula edisi posternya yang tidak menarik.

Halle Berry berperan sebagai Jordan Turner, seorang operator 911. Nomor populer bebas pulsa ini merupakan layanan khusus di Amerika untuk pengaduan mulai dari peristiwa kriminal, kecelakaan, kebakaran sampai masalah hama. Jadi ketika seseorang mengalami masalah, mereka pasti menelfon 911. Semua masalah umum di kota-kota di sana terintegrasi pada 1 call center dengan memukau. Lain dengan Indonesia dimana setiap departemen memiliki hotline atau call center masing-masing 

 Dikisahkan pada awal film, Turner, melakukan kesalahan fatal saat melaksanakan tugasnya. Kesalahan Turner menyebabkan kematian seorang remaja perempuan. Beberapa waktu berlalu , Turner tetap bekerja di 911. Ternyata ia tidak lagi beroperasi mengangkat panggilan 911. Turner bekerja sebagai pelatih bagi para pegawai baru. Jauh di lubuk hatinya Turner masih trauma dan merasa bersalah akan kesalahan yang pernah ia perbuat.

Konflik lalu dimulai ketika seorang operator 911 yang masih baru mengalami kesulitan dalam menangani sebuah panggilan darurat 911. Turner yang kebetulan melewati meja operator baru tersebut, terpanggil untuk membantu. Tak disangka bantuan yang dilakukan Turner ternyata membuat Turner mengalami dejavu. Kisah yang mirip masa lalunya.  Si penelefon pada kasus tersebut adalah seorang remaja perempuan yang disekap di dalam bagasi sebuah mobil. Turner harus membimbing korban yang disekap tersebut agar dapat selamat. Turner selalu memegang teguh prinsip operator 911 tidak hanya menerima keluhan lalu mengirim petugas saja, namun mereka juga harus mendampingi si penelefon selama petugas belum tiba di lokasi.



.



Helle Berry bermain sangat baik sebagai  Turner yanh mendampingi korban,membimbing agar korban dapat melakukan hal-hal yang dapat mempermudah proses pencarian dan hal-hal yang dapat menghindarkan si korban dari pembunuhan. Sayangnya para pemeran pendukung lainnya gagal mengimbangi Berry. Dari segi plot cerita The Call (2013) agak mirip dengan film Cellular (2004), namun Helle Berry benar-benar tampil sebagai pembeda. Dukungan latar musik dan tampilan visual yang baik mampu mendukung suasana tegang dan kecemasan yang dibuat.Secara keseluruhan film ini sayang untuk dilewatkan.

Jumat, 16 Agustus 2013

ELYSIUM : UPAYA MATT DAMON MENYELAMATKAN KEHIDUPAN BUMI

Saat menyaksikan trailer  film fiksi ilmiah garapan Neill Blomkamp ini banyak sekali penggemar film yang bertanya-tanya. Baru kali ini Matt Damon bermain dalam genre film seperti ini. Disinyalir skenario yang kuat dari para penulis Elysium telah membuat Damon jatuh hati. Jadilah film ini mendapat predikat yang ditunggu-tunggu tahun ini.

Film ini memang menjadi salah satu film action yang paling ditunggu.Kehadirannya pun agak terlambat dibandingkan dengan film action sekelas Iron Man 3, Man of Steel, Fast Six, dan sebagainya. Film ini seakan memancing penasaran penikmat film berkelas sebagai puncak tahun 2013 sebagai tahunnya film-film yang paling ditunggu. Menariknya, apa yang membuat film ini sangat ditunggu karena sang sutradara, Neil Blokamp, yang juga pernah menyutradarai film terkenal, District 9.
Ia mengarahkan film tentang alien dari sudut pandang yang sangat berbeda di film District 9, dengan budget yang terhitung kecil. Hasilnya, meski budget yang dikucurkan kecil untuk pembuatan film tersebut, namun ternyata film District 9 sukses mendapat tempat di hati penikmat film, apalagi dalam menyuguhkan pemahaman baru tentang alien yang anti-mainstream, lain dari yang lain. Yang membuat orang-orang penasaran dan sangat menunggu rilisnya film ini karena, bagaimana jika Neil Blokamp diberikan budget $100 juta untuk membuat film? .

Film fiksi ilmiah ini mengambil kisah di tahun 2159, di mana pada masa itu manusia dibagi dalam dua kelas besar. Kelas yang bertama adalah manusia berduit yang hidup di sebuah tempat di luar angkasa bernama Elysium. Sedangkan kelas kedua adalah mereka yang hidup di Bumi. Saat itu kondisi Bumi tak lagi bisa disebut layak ditinggali. Populasi manusia yang tak terkendali membuat aneka persoalan dan kerusakan lingkungan.






.
Kekontrasan terlihat dimana lingkungan Elysium begitu nyaman dan mewah dibandingkan betapa tandusnya Bumi di masa depan. Sutradara Blomkamp memberikan gambaran yang begitu rinci akan dunia fiksi di masa depan. Tak heran salah satu daya tarik film ini adalah visual yang mengagumkan.Selain itu tentu saja aksi-aksi yang dihadirkan. Damon, seperti biasanya, jadi jagoan setangguh penampilannya di trilogi film Bourne.

Elysium adalah stasiun ruang angkasa yang sengaja dibuat oleh Armadyne Corporation, sebuah perusahaan swasta terkaya saat itu. Mereka yang mendapat keistimewaan  ditampung di stasiun angkasa tersebut merupakan orang kaya atau orang-orang yang sanggup membayar sewa. Sisanya, orang miskin atau yang tidak mampu membayar sewa: hidup dalam keterbatasan  tinggal dan aktivitas di bumi.

Seorang Menteri yang berpengaruh di Elysium,  Rhodes (Jodie Foster) berupaya untuk melakukan tindakan apapun demi menegakkan undang-undang anti-imigrasi. Tujuannya untuk menjauhkan Elysium dari kepadatan populasi. Rhodes sangat anti kepada penduduk Bumi.  Menteri Rhodes berupaya keras untuk melestarikan kesejahteraan warga Elysium dan mencegah masuknya manusia anggota populasi di bumi untuk masuk ke stasiun angkasa tersebut demi menikmati ketenangan dan kenyamanan.

Max (Matt Damon) adalah seorang mantan narapidana yang sudah belajar banyak mengenai berbagai hal penderitaan dan kejahatan.Ia hadir di tengah-tengah kepadatan populasi Bumi.  Ia menyetujui misi berbahaya yang menuntut pembebasan warga yang mulai frustrasi dengan kepadatan dan kehancuran bumi dan siap untuk menyelamatkan hidupnya sambil membawa kesetaraan di dunia.

Film ini sebagian besar menggambarkan realitas saat ini namun mengambil tema ratusan tahun ke depan dihitung mulai dari sekarang. Secara cerita, Elysium menggambarkan fakta saat ini yang muncul di tahun 2154. Latar belakang cerita mengenai diskriminasi dan pengakuan HAM disajikan dengan pemahaman dalam bentuk baru, sebuah kisah menarik lagi dari Neil Blokamp.**

THE HEAT : AKSI BLUSUKAN DUA POLWAN NYELENEH


Sandra Bullock kembali dalam perannya sebagai polisi wanita. Kali ini sepertinya ia ingin mengikuti jejak Miss Congeniality. Kisah comedy yang cukup sukses di mata para penggemarnya. Dalam The Heat, Bullock ditemani komedian wanita artis bertubuh gempal tapi mempunyai akting yang sangat oke sekali. Melissa McCarthy menjadi kekuatan utama film ini. Berperan sebagai wanita yang menyebalkan, Melissa McCarthy adalah artis yang berhasil mencuri perhatian sejak perannya di film Identity Thief.

Film The Heat menyuguhkan perbedaan kepribadian masing-masing karakter utama di dalamnya. Ashburn (Sandra Bullock) adalah agn FBI briliant yang bekerja dengan amat sangat baik. Kelemahannya adalah dia terlalu pintar sehingga dia tidak pernah bekerja dalam tim secara baik. Ashburn adalah sosok individualis yang bekerja sesuai sistem. Lain halnya dengan Mullins (Melissa McCarthy), dia adalah sosok polisi urakan yang senang berkata kasar dan berpenampilan seperti gembel (mengingatkan kita peran Mel Gibson dalam Lethal Weapon). Tapi dibalik sosoknya itu, dia adalah polisi yang penuh dedikasi. Bahkan dia sendirilah yang menangkap saudaranya untuk kemudian menjebloskannya ke dalam penjara karena kasus narkoba. 

KOnflik terjadi saat dua wanita beda karakter ini dipasangkan sebagai partner. Mereka ditugaskan membongkar  sebuah kasus narkoba. Kelucuan dibangun saat agen FBI dan Polisi ini harus bekerjasama demi untuk menangkap sosok bandar narkoba yang masih misterius. Aksi-aksi dua jagoan wanita inilah yang dieksplorasi The Heat mendatangkan tawa selama 120 menit dengan kekonyolan mereka.



McCarthy bermain sebagus perannya di film Bridesmaids. Sandra Bullock, juga bermain baik sebagai polisi. Plot duet Polisi dalam memberantas kejahatan sebenarnya adalah tema yang umum sekali. Namun peran sang sutradara Paul Feig dan penulis naskah Katie Dippold, membuat perbedaan. Mereka sukses menciptakan sesuatu yang berbeda dan seru untuk film ini. Keberhasilan kerja tim ini membuat film sekuelnya siap diproduksi . Keberhasilan mereka ini tentunya juga didukung oleh akting Melissa McCarthy dan Sandra Bullock yang sangat berperan di sini. Ashburn yang katro dan Mullins yang seenak jidatnya, berhasil mereka tampilkan dengan amat sangat baik.

Film ini nyaris tidak menampilkan twist sama sekali. Semua berjalan datar. Sangat standar seperti film duo polisi lainnya– inilah yang mereka ramu jadi menarik lewat dialog kasar, dan juga kelucuan-kelucuan standart yang dibuat jadi luar biasa. The Heat berhasil menawarkan hal segar dibandingkan duet polisi cowok pemberantas kejahatan yang tampil macho. Sebuah embun penyegar untuk genre action-comedy.***

Rabu, 14 Agustus 2013

AFTERSHOCK (2013) : SAAT ELI ROTH TERJEBAK GEMPA DAN PEMBUNUH SADIS



 Nama Eli Roth sudah tentu identik dengan film thriller, horor, darah muncrat dan eksploitasi kekerasan yang apa adanya. Melihat judulnya (yang sama seperti film BoxOffice China tahun 2004) kita akan menyangka Eli Roth menulis kisah tentang gempa bumi. Tentu saja Roth tidak mengupas tentang bencana alam, namun menyoroti sesuatu yang lebih kejam dari bencana.

Sebuah gempa besar menghantam Cili tahun 2010, lebih dari 500 orang tewas dalam bencana tersebut.Sekelompok korban selamat terjebak di sebuah underground nightclub. Setelah mengenal beberapa karakter disana, penonton awalnya disuguhi ketegangan untuk bagaimana meloloskan diri dari tempat yang tertimbun reruntuhan tersebut.

 Roth memerankan seorang pengacara Amerika yang sedang liburan di Chile bersama rekan-rekannya Ariel (Ariel Levy) dan Pollo (Nicolas Martinez). Selena Gomez;tampil sebagai cameo , tokoh yang bermasalah dengan Ariel. Dalam kelompok survivor tersebut juga mereka mengenal Irina (Natasha Yarovenko),model cantik asal Rusia,  serta Kylie (Lorena Izzo), dan kakaknya  Monica (Andre Osvart).

Masalah kemudian muncul saat mereka menyadari gempa bumi telah melepaskan bahaya yang lain. Sebuah penjara yang mengurung aneka penjahat sadis dan kejam porak poranda dihantam gempa. Namun ada beberapa penjahat haus darah yang selamat dan berkeliaran dengan bebas. Mereka mencari korban yang selamat untuk bersenang-senang.



Film ini ditulis dan diproduseri oleh Roth, yang menggandeng sutradara Nicolas Lopez dan Guillermo Amoedo. Ciri khas Roth dengan dialog-dialognya yang unik menjadi keunikan film gore-slashing ini. Masih bernuansa gelap layaknya Hostel,Aftershock bagaikan menyaingi The Purge yang membosankan. Tema kemanusiaan yang diangkat Roth sepertinya tertutupi oleh banjir darah dan keperkasaan para penjahat di film ini.Walau bagaimanapun bagi penggemar Eli Roth pasti tidak akan melewatkan yang satu ini. Sayangnya tidak ada hal baru yang disuguhkan Roth di sini.***

RED 2 : MISI BELUM SELESAI WILLIS, MALKOVICH, PARKER


 Masih diadaptasi dari seri komik berjudul sama karya Warren Ellis dan Cully Hamner, RED 2 melanjutkan kisahnya. Dimulai dari  dari titik akhir kisah yang disampaikan seri sebelumnya, Frank Moses (Bruce Willis) kini digambarkan telah pensiun dari melakukan berbagai kegiatan yang dapat membahayakan nyawanya dan memilih untuk hidup tenang  di pinggiran kota bersama kekasihnya, Sarah Ross (Mary-Louis Parker). Yang Frank tidak ketahui adalah  Sarah sebenarnya telah mulai merasa bosan dengan kehidupan kesehariannya yang monoton.


 Ketenangan Frank dan Sarah segera berakhir ketika sahabat lama Frank, Marvin Boggs (John Malkovich), hadir kembali dalam kehidupan mereka dan meminta Frank untuk bergabung dengannya dalam sebuah misi rahasia.Frank tentu saja awalnya menolak. Namun  karena didorong  Sarah sendiri, Frank menyetujui untuk terlibat dalam misi yang dibawa oleh Marvin. Tanpa diduga misi itu  ternyata berhubungan dengan salah satu operasi rahasia yang pernah melibatkan Frank. Kejadiannya ketika masa Perang Dingin terjadi antara Amerika Serikat dan Rusia. Marvin lebih lanjut menjelaskan bahwa Frank kini telah menjadi buruan beberapa agen rahasia karena namanya terdaftar sebagai salah satu orang yang turut berpartisipasi dalam operasi rahasia yang disebut Operation Nightshade dan bertujuan untuk menyelundupkan senjata nuklir ke negara Rusia tersebut. Kini, Frank, Marvin dan Sarah harus terus berlari dan menyelamatkan diri dari orang-orang yang mengincar nyawa mereka sekaligus berusaha untuk menemukan kembali senjata nuklir tersebut sebelum ditemukan oleh sosok-sosok yang tidak bertanggungjawab.

 Sutradara film perdana, Robert Schwentke, menolak melanjutkan sequel Red.Maka  Dean Parisot (Fun with Dick and Jane, 2005), tampil mengarahkan RED 2. Sayangnya tidak ada perubahan atau penambahan sesuatu yang greget dalam sequel ini. Layaknya seri pertama, Red 2 menawarkan perpaduan aksi dan komedi  Hal tersebut bukan berarti film ini hadir tanpa masalah. Duo penulis naskah, Jon dan Erich Hoeber, sepertinya sama sekali tidak berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang baru dalam jalan penceritaan yang mereka tulis. Namun setidaknya penonton masih terhibur oleh banyolan dan aksi para bintang papan atas yang saling membunuh.

Kenyataannya kekuatan utama RED 2 dibangun berkat penampilan yang sangat meyakinkan dari para aktr pendukung. Bruce Willis, John Malkovich, Mary-Louis Parker, Helen Mirren dan Brian Cox kembali tampil dengan begitu prima dan terlihat begitu nyaman dalam memerankan karakter-karakter mereka. Begitupun para pemeran baru seperti Catherine Zeta-Jones, David Thewlis, Anthony Hopkins dan Lee Byung-hun juga berhasil menambah daya tarik RED 2 . Selebihnya? Menarik dan menghibur persis film pertama. ***

Selasa, 13 Agustus 2013

MINION : ASAL MUASAL DAN PENGARUHNYA


 Siapa sih yang ga tau Minion? Makhluk kecil berbentuk berupa kapsul, berkaca mata tebal dan suka mengoceh pake bahasa aneh, yang ada di film animasi Despicable Me.! Sekarang Minion laris banget ada dimana-mana, dibikin meme di socmed, dipake buat jadi foto profile di BBM, bahkan ada juga yang jual bonekanya. Yuk bahas dikit mengenai fakta unik si Minion ini.

Sutradara Chris Renaud mengungkapkan bahwa terciptanya karakter Minion karena terinspirasi dari Looney Tunes.Sebuah episode dari Looney Tunes Clasic saat Tweety Bird minum formula Jekyll dan Hyde, hingga kemudian menjadi monster besar yang berbulu.Siapa yang nyangka ternyata sang sutradara film animasi Despicable Me juga berperan dalam mengisi suara lucu para Minion.

Awalnyasang sutradara Pierre Coffin kebingungan menemukan suara karakter Gru yang tak berjalan dengan baik. Coffin yang adalah anak dari sastrawan terkenal Indonesia NH Dini itu kemudian mencoba masuk untuk ikut tes suara. Kemudian hasil tes suara tersebut diperdengarkan ke Chris Malendri. Awalnya cuma tes suara dari Coffin untuk karakter Gru, akhirnya malah sang produser Chris lebih suka suara itu dipakai untuk karakter Minion."Saya membuat contoh suara. Tak bermaksud apa-apa, hanya untuk coba-coba saja. Tapi ketika Chris selesai mendengarkannya dia berkata: baiklah, kamu akan mengisi suara Minion", ceritanya.


 Apa yang menarik selain dari bentuknya para Minion ini, yang pasti adalah suaranya. Suara Minion diisi oleh Pierre Coffin menggunakan bahasa Prancis, Inggris, Spanyol, Italia, Indian dan banyak juga menggunakan referensi dari nama makanan.Contohnya ada kalimat dalam bahasa Prancis "poulet tiki masala", yang berarti hidangan ayam khas Indian. Dalam DESPICABLE ME 2 banyak Minion disuntik oleh serum sehingga menjadi jahat. Perbedaan Minion baik dan jahat bisa dilihat dari:
Warna: Minion baik berwarna kuning, sedangkan Minion jahat berubah menjadi ungu.
Kepala: Minion baik cenderung botak, sedangkan Minion jahat memiliki rambut di kepalanya.
Gigi: Minion baik bergigi rata, sedangkan Minion jahat bergigi runcing dan tidak rata.

Karena kesuksesan karakter Minion ini, Universal Pictures dan Illumination Entertainment rencananya bakal bikin film berjudul "Minions", dimana di film ini bercerita tentang para Minion. Bakal lebih banyak cerita tentang karakter kuning lucu di film ini. Kisah para Minion akan dikembangkan dalam spin off-nya bertajuk MINIONS. Film yang dibesut oleh Pierre Coffin dengan Kyle Balda tersebut bakal rilis pada 19 Desember 2014. Dikabarkan, Sandra Bullock dan Jon Hamm akan terlibat dalam departemen pengisi suara.





Lucunya, ada beberapa gumaman khas minion dan hal unik lainnya yang berkaitan dengan minion:
-Potato adalah kata populer dalam trailer Despicable Me 2. Sementara itu, pa poy adalah kata yang paling sering diucapkan para minion.
-Sesama minion sangat senang berjabat tangan dan saling menampar. Jika tubuh mereka diguncang-guncang juga berfungsi sebagai tongkat bersinar di tempat yang gelap.
-Minion lebih mengekspresikan diri dengan gerakan, bukan kata-kata. Tapi mereka punya bahasa sendiri—disebut Minionese—yang merupakan celoteh seenaknya dan campuran berbagai bahasa.
-Konon, minion dibuat oleh Gru dari satu DNA manusia yang termutasi.
-Minion adalah makhluk yang impulsif, yang kurang bisa mengontrol diri, dan cenderung celaka ketika berinteraksi dengan manusia, hewan, atau benda.
-Tiap minion punya nama standar, seperti Larry, Dave, Kevin, Jerry, Stuart, Mark, Tim, Jorge, dan Phil.
-Sangat loyal kepada Gru dan Dr Nefario, serta mudah dibuat terpesona. Meski berpola pikir sederhana, minion sanggup bekerja dengan teknologi tinggi untuk membuat senjata atau kendaraan.
-Minion kini menjadi maskot resmi Illumination Entertainment yang memproduksi Despicable Me.
-Minion sangat menyukai pisang dan apel, yang mereka sebut papple. Munculnya buah itu bisa menimbulkan kerusuhan di antara kumpulan minion.
-Minion sangat menyukai dunia seni dan merasa segala hal yang berhubungan dengan bokong adalah hal yang lucu. Mereka juga senang meludah, dan menyukai kaki katak serta kelinci.