Tampilkan postingan dengan label action comedy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label action comedy. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 Agustus 2013
THE HEAT : AKSI BLUSUKAN DUA POLWAN NYELENEH
Sandra Bullock kembali dalam perannya sebagai polisi wanita. Kali ini sepertinya ia ingin mengikuti jejak Miss Congeniality. Kisah comedy yang cukup sukses di mata para penggemarnya. Dalam The Heat, Bullock ditemani komedian wanita artis bertubuh gempal tapi mempunyai akting yang sangat oke sekali. Melissa McCarthy menjadi kekuatan utama film ini. Berperan sebagai wanita yang menyebalkan, Melissa McCarthy adalah artis yang berhasil mencuri perhatian sejak perannya di film Identity Thief.
Film The Heat menyuguhkan perbedaan kepribadian masing-masing karakter utama di dalamnya. Ashburn (Sandra Bullock) adalah agn FBI briliant yang bekerja dengan amat sangat baik. Kelemahannya adalah dia terlalu pintar sehingga dia tidak pernah bekerja dalam tim secara baik. Ashburn adalah sosok individualis yang bekerja sesuai sistem. Lain halnya dengan Mullins (Melissa McCarthy), dia adalah sosok polisi urakan yang senang berkata kasar dan berpenampilan seperti gembel (mengingatkan kita peran Mel Gibson dalam Lethal Weapon). Tapi dibalik sosoknya itu, dia adalah polisi yang penuh dedikasi. Bahkan dia sendirilah yang menangkap saudaranya untuk kemudian menjebloskannya ke dalam penjara karena kasus narkoba.
KOnflik terjadi saat dua wanita beda karakter ini dipasangkan sebagai partner. Mereka ditugaskan membongkar sebuah kasus narkoba. Kelucuan dibangun saat agen FBI dan Polisi ini harus bekerjasama demi untuk menangkap sosok bandar narkoba yang masih misterius. Aksi-aksi dua jagoan wanita inilah yang dieksplorasi The Heat mendatangkan tawa selama 120 menit dengan kekonyolan mereka.
McCarthy bermain sebagus perannya di film Bridesmaids. Sandra Bullock, juga bermain baik sebagai polisi. Plot duet Polisi dalam memberantas kejahatan sebenarnya adalah tema yang umum sekali. Namun peran sang sutradara Paul Feig dan penulis naskah Katie Dippold, membuat perbedaan. Mereka sukses menciptakan sesuatu yang berbeda dan seru untuk film ini. Keberhasilan kerja tim ini membuat film sekuelnya siap diproduksi . Keberhasilan mereka ini tentunya juga didukung oleh akting Melissa McCarthy dan Sandra Bullock yang sangat berperan di sini. Ashburn yang katro dan Mullins yang seenak jidatnya, berhasil mereka tampilkan dengan amat sangat baik.
Film ini nyaris tidak menampilkan twist sama sekali. Semua berjalan datar. Sangat standar seperti film duo polisi lainnya– inilah yang mereka ramu jadi menarik lewat dialog kasar, dan juga kelucuan-kelucuan standart yang dibuat jadi luar biasa. The Heat berhasil menawarkan hal segar dibandingkan duet polisi cowok pemberantas kejahatan yang tampil macho. Sebuah embun penyegar untuk genre action-comedy.***
Rabu, 14 Agustus 2013
RED 2 : MISI BELUM SELESAI WILLIS, MALKOVICH, PARKER
Masih diadaptasi dari seri komik berjudul sama karya Warren Ellis dan Cully Hamner, RED 2 melanjutkan kisahnya. Dimulai dari dari titik akhir kisah yang disampaikan seri sebelumnya, Frank Moses (Bruce Willis) kini digambarkan telah pensiun dari melakukan berbagai kegiatan yang dapat membahayakan nyawanya dan memilih untuk hidup tenang di pinggiran kota bersama kekasihnya, Sarah Ross (Mary-Louis Parker). Yang Frank tidak ketahui adalah Sarah sebenarnya telah mulai merasa bosan dengan kehidupan kesehariannya yang monoton.
Ketenangan Frank dan Sarah segera berakhir ketika sahabat lama Frank, Marvin Boggs (John Malkovich), hadir kembali dalam kehidupan mereka dan meminta Frank untuk bergabung dengannya dalam sebuah misi rahasia.Frank tentu saja awalnya menolak. Namun karena didorong Sarah sendiri, Frank menyetujui untuk terlibat dalam misi yang dibawa oleh Marvin. Tanpa diduga misi itu ternyata berhubungan dengan salah satu operasi rahasia yang pernah melibatkan Frank. Kejadiannya ketika masa Perang Dingin terjadi antara Amerika Serikat dan Rusia. Marvin lebih lanjut menjelaskan bahwa Frank kini telah menjadi buruan beberapa agen rahasia karena namanya terdaftar sebagai salah satu orang yang turut berpartisipasi dalam operasi rahasia yang disebut Operation Nightshade dan bertujuan untuk menyelundupkan senjata nuklir ke negara Rusia tersebut. Kini, Frank, Marvin dan Sarah harus terus berlari dan menyelamatkan diri dari orang-orang yang mengincar nyawa mereka sekaligus berusaha untuk menemukan kembali senjata nuklir tersebut sebelum ditemukan oleh sosok-sosok yang tidak bertanggungjawab.
Sutradara film perdana, Robert Schwentke, menolak melanjutkan sequel Red.Maka Dean Parisot (Fun with Dick and Jane, 2005), tampil mengarahkan RED 2. Sayangnya tidak ada perubahan atau penambahan sesuatu yang greget dalam sequel ini. Layaknya seri pertama, Red 2 menawarkan perpaduan aksi dan komedi Hal tersebut bukan berarti film ini hadir tanpa masalah. Duo penulis naskah, Jon dan Erich Hoeber, sepertinya sama sekali tidak berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang baru dalam jalan penceritaan yang mereka tulis. Namun setidaknya penonton masih terhibur oleh banyolan dan aksi para bintang papan atas yang saling membunuh.
Ketenangan Frank dan Sarah segera berakhir ketika sahabat lama Frank, Marvin Boggs (John Malkovich), hadir kembali dalam kehidupan mereka dan meminta Frank untuk bergabung dengannya dalam sebuah misi rahasia.Frank tentu saja awalnya menolak. Namun karena didorong Sarah sendiri, Frank menyetujui untuk terlibat dalam misi yang dibawa oleh Marvin. Tanpa diduga misi itu ternyata berhubungan dengan salah satu operasi rahasia yang pernah melibatkan Frank. Kejadiannya ketika masa Perang Dingin terjadi antara Amerika Serikat dan Rusia. Marvin lebih lanjut menjelaskan bahwa Frank kini telah menjadi buruan beberapa agen rahasia karena namanya terdaftar sebagai salah satu orang yang turut berpartisipasi dalam operasi rahasia yang disebut Operation Nightshade dan bertujuan untuk menyelundupkan senjata nuklir ke negara Rusia tersebut. Kini, Frank, Marvin dan Sarah harus terus berlari dan menyelamatkan diri dari orang-orang yang mengincar nyawa mereka sekaligus berusaha untuk menemukan kembali senjata nuklir tersebut sebelum ditemukan oleh sosok-sosok yang tidak bertanggungjawab.
Sutradara film perdana, Robert Schwentke, menolak melanjutkan sequel Red.Maka Dean Parisot (Fun with Dick and Jane, 2005), tampil mengarahkan RED 2. Sayangnya tidak ada perubahan atau penambahan sesuatu yang greget dalam sequel ini. Layaknya seri pertama, Red 2 menawarkan perpaduan aksi dan komedi Hal tersebut bukan berarti film ini hadir tanpa masalah. Duo penulis naskah, Jon dan Erich Hoeber, sepertinya sama sekali tidak berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang baru dalam jalan penceritaan yang mereka tulis. Namun setidaknya penonton masih terhibur oleh banyolan dan aksi para bintang papan atas yang saling membunuh.
Kenyataannya kekuatan utama RED 2 dibangun berkat penampilan yang sangat meyakinkan dari para aktr pendukung. Bruce Willis, John Malkovich, Mary-Louis Parker, Helen Mirren dan Brian Cox kembali tampil dengan begitu prima dan terlihat begitu nyaman dalam memerankan karakter-karakter mereka. Begitupun para pemeran baru seperti Catherine Zeta-Jones, David Thewlis, Anthony Hopkins dan Lee Byung-hun juga berhasil menambah daya tarik RED 2 . Selebihnya? Menarik dan menghibur persis film pertama. ***
Langganan:
Postingan (Atom)









