Selasa, 13 Agustus 2013
WHITE HOUSE DOWN : SAAT PRESIDEN AMERIKA MENGHAJAR PENJAHAT
Kisah mengenai terorisme melawan pemerintah AS mungkin sudah ratusan judul, tentang ancaman pembunuhan presiden AS sudah banyak sekali, lalau apa yang hendak ditawarkan White House Down? Maret tahun 2013 Olympus Has Fallen terlebih dahulu mencuri start melalui penampilan macho Gerald Butler yang menyelamatkan presiden AS dan keluarganya. Apakah WHD dapat menyamai pendahulunya itu?
Channing Tatum dan Jamie Foxx sebagai pemeran utamanya memang dapat membawa penonton membanjiri bioskop. Tapi tetap saja film ini pasti akan dibandingkan dan disejajarkan dengan Olympus Has Fallen yang dirilis berdekatan. Film Olympus Has Fallen sendiri telah mendapatkan pendapatan $160 Juta, dengan biaya pembuatan sebesar $70 Juta. Lumayan untung besar untuk ukuran sebuah film action tanpa kekuatan cerita.Banyak kritikan bagus diarahkan, dan banyak yang memuji sebagai aksi Die Hard di gedung putih. Lalu apalagi yang akan coba ditawarkan sutradara Roland Emmerich (Independence Day, Godzilla, The Day After Tomorrow, 2012).
Emerich selama ini lekat sebagai sineas yang doyan menggambarkan kehancuran sebuah kota. HAmpir semua film yang dibesutnya bersetting bencana dan perang dahsyat. Apakah dia akan membuat Washington DC dan seluruh gedung putih rata sama tanah?
John Cale (Channing Tatum) adalah eks-tentara yang sehari-harinya bekerja sebagai pengawal pribadi juru bicara kepresidenan. Berkat pengabdiannya John cukup disegani dalam bidangnya. Belakangan dia berusaha agar dapat diterima menjadi pasukan khusus pengawal Presiden Amerika, James Sawyer (Jamie Foxx). Cale lalu mengikuti interview pekerjaan itu di gedung putih. Berdua bersama anaknya Emily Cale (Joey King) ia sama sekali tidak menyangka akan menghadapai suatu kejadian besar dalam sejarah AS.
Emily yang amat sangat tergila-gila pada gedung putih dan terutama pada James Sawyer sangat berharap sang ayah dapat diterima. Sayangnya interview pekerjaan itu tidaklah berjalan mulus. John dianggap tidak cukup kredibel untuk menjadi anggota Secret Service. John yang tak mau Emily kecewa berbohong kalau dia nantinya akan diterima. Mengalihkan perhatian, John mengajak untuk ikut tur gedung putih. Emily Cale pun dengan senang hati mau ikut tur tersebut. Tur tersebut ternyata membuat mereka terjebak di dalamnya, ketika ada penjahat yang menyerang gedung putih tempat Presiden Amerika itu berada.
Berbeda dengan Olympus Has Fallen, tidak ada penampilan one man show seperti layaknya Die Hard. Emmerich membuat Foxx layaknya Harisson Ford dalam Air Force One.Maka pada film ini kita akan kembali melihat aksi Presiden Amerika menghajar para penjahatnya. Tapi, hal itu masih dalam konteks kewajaran melawan penjahat seperti manusia yang berasal dari sipil, bukan militer. Lalu bagaimana dengan kepiawaian Roland Emmerich, sang sutradara yang biasanya jago dalam bikin hancur sebuah kota bahkan negara? Di film ini tampaknya dia agak sedikit meredam aksinya. Gedung putih masih tetap hancur, tapi masih tidak seperti yang para penonton harapkan. Film ini dalam beberapa dialognya, mengajarkan sejarah serta membuka aib gedung kepresidenan Amerika.
Chemistry antara Channing Tatum dan Jamie Foxx terbangun cukup baik di film ini. Beberapa kali dialog mereka menyajikan humor segar dalam suasana tegang. Dengan plot ceritanya yang sederhana, WHD sayang untuk dilewatkan para penggemar Channing Tatum,Jamie Foxx dan Emmerich.**
Minggu, 11 Agustus 2013
LET ME IN : TEROR DALAM WUJUD BOCAH CILIK
Jarang sekali kita di Indonesia dapat menyaksikan film-film non-Hollywood yang berasal dari Eropa, terutama Swedia. Padahal banyak sekali film Swedia yang unik dan menarik. Salah satunya film horor berjudul “Låt den rätte komma in” yang secara harfiah diterjemahkan Biarkan Aku Masuk. Film ini sukses besar di negara asalnya saat diputar tahun 2008. Ceritanya diangkat berdasarkan novel “Låt Den Rätte Komma In” (2004) oleh pengarang Swedia bernama John Ajvide Lindqvist. Novel edisi Amerika yang pertama pada tahun 2007 diberi judul Let Me In karena penerbit beranggapan judul aslinya terlalu panjang.
Let Me In adalah film daur ulang versi Hollywood untuk kisah film tersebut.Walaupun film ini berfokus dan banyak diperankan oleh anak kecil, tapi bukanlah film konsumsi anak-anak. Beberapa adegan berdarah dan kekerasan menjadikan film ini hanya pantas ditonton bagi mereka yang sudah beranjak dewasa.Penggambaran yang unik dari berbagai karakter dan penataan gambar yang cemerlang menjadi kekuatan film ini disamping tentunya plot cerita yang mengejutkan.
Kodi Smit-McPhee sebagai Owen juga pernah ikut berperan dalam film The Road pada tahun 2009. Di film ini, salah satu soundtracknya adalah lagu lama berjudul “Time (Clock Of The Heart)” yang dibawakan oleh Culture Club. Dalam film versi Swedia, Eli (Lina Leandersson) adalah seorang anak laki-laki, tapi dalam film remake ini perannya digantikan oleh seorang anak perempuan. Dalam novelnya, ada cerita flashback ke ratusan tahun sebelum cerita ini dimulai, dimana digambarkan ritual aneh dalam sebuah ruangan besar penuh anak kecil. Latar belakang cerita ini menyingkap bahwa Eli atau Abby awalnya adalah anak laki-laki yang kemudian diubah menjadi vampir. Sementara dalam film ini, masa lalu Abby tidak pernah diceritakan, kecuali pada saat ia bilang bahwa ia telah merasakan umur 12 tahun sejak lama sekali.
Seorang anak berumur 12 tahun, Owen, sering disiksa oleh teman-teman sekelasnya. Ia juga sering diabaikan orangtuanya yang bercerai. Di tengah rasa sepinya, Owen menghabiskan hari dengan merancang rencana balas dendam kepada teman-teman yang sering menyiksanya dan kalau hari telah malam ia memata-matai apartemen lainnya. Keinginan balas dendam dalam hatinya ini membuat karakter Owen begitu gelap dan menakutkan.
Abby adalah satu-satunya teman baru Owen. Seorang gadis cilik penyendiri yang tinggal bersama ayahnya. Abby hanya terlihat pada malam hari seperti vampire dan selalu bertelanjang kaki, tampaknya ia amat tahan udara dingin. Karena Owen dan Abby sama-sama merasa terasing, otomatis mereka memiliki sebuah ikatan yang unik.
Pada saat terjadi pembunuhan berantai yang sangat mengerikan di kota tersebut, didapati ayah Abby menghilang. Maka Abby harus mulai mengurus dirinya sendiri. Abby menolak segala bantuan yang Owen tawarkan. Tingkah laku Abby menjadi semakin aneh. Owen penasran apa yang Abby sembunyikan daripadanya. Apa benar dugaannya Abby adalah seorang vampire?
Chloe Grace Moretz seperti biasanya tampil mempesona. Perannya sebagai Abby benar-benar mengangkat film ini secara keseluruhan. Dan jangn lupakan pemeran utamanya, Kodi, yang menjalankan perannya sebagai Owen dengan baik. Secara umum, film horor ini berbeda dari yang lain dan layak untuk ditonton penggemar film menakutkan.
.
Produser : Simon Oakes, Guy East, Nigel Sinclair, Donna Gigliotti
Produksi : Overture Films/Relativity Media
Durasi : 116 menit
Pemain : Kodi Smit-Mcphee, Chloë Grace Moretz, Elias Koteas, Richard Jenkins
Sutradara : Matt Reeves
WORLD WAR Z (3D) : SAAT TEMBOK YERUSALEM DAN KOREA UTARA MENYELAMATKAN UMAT MANUSIA
Kisah film ini didasarkan novel laris Max Brooks World War Z :An Oral History of the Zombie War. Brad Pitt melalui rumah produksinya, Plan B, sangat agresif mengejar Brooks untuk memfilmkan novel fiksi tersebut. Dengan harga US$ 1 juta akhirnya Pitt sukses memenangkan persaingan yang juga melibatkan rumah produksi milik Leonardo Di Caprio.
Keluarga penulis novel menyayangkan ada beberapa bagian buku yang dihilangkan dan tidak setia pada cerita asli novel. Hal ini terjadi setelah novel dituangkan dalam bentuk skenario. Selama beberapa tahun, naskah mengalami beberapa kali penulisan ulang dan didapatkan naskah akhir seperti yang sekarang difilmkan.
Dalam novel, kaum Yahudi dan warga Palestina dkarantina di balik tembok Yerusalem. Kedamaian tempat itu bukan diganggu para zombie, tapi oleh karena serangan kaum ultra-ortodoks Yahudi yang memberontak. Berbeda dengan di film dimana para zombie yang sangat masif menyerbu dan memanjat sekeliling tembok Yerusalem. Hal ini sangat mengecewakan keluarga Brooks. Bahkan sang anak penulis buku, menolak usulan penerbit yang ingin mencetak ulang novel dengan sampul bergambar Brad Pitt.Brooks junior mengatakan film WWZ hanya sama sebagian dengan novelnya.
Untuk pemirsa yang tidak membaca lebih dahulu novelnya mungkin tidak akan menganggap hal itu berarti banyak. Namun bagi pembaca setia novel Brooks, ini adalah pengkhianatan. Inti cerita yang menyebutkan bahwa wabah endemik dimulai di China, diubah produser film menjadi di negara lain terkendala masalah politik. Mereka meyakini otoritas China tak akan mengizinkan peredaran film ini di pasar China jika cerita asli dipertahankan.
Yang unik dalam kisah ini adalah pemilihan negara Korea Utara dan Israel-Palestina sebagai dua dari sedikit negara yang selamat dari serangan zombie. Konon tembok Yerusalem yang dibangun Benjamin Netanyahu dibangun untuk menangkal serangan zombie ini. Lain halnya dengan pemerintah Korea Utara yang memerintahkan agar warganya mencabut semua gigi mereka. Akibat ompong, dijamin sekalipun mereka tertular, tak dapat menggigit orang lain dan menularkan virus tersebut. Terdengar konyol bukan? Simbol dari peta perpolitikan dunia rasanya.
Jadi, mari lupakan kisah Resident Evil yang semakin amburadul dan sejenak mengupas kelebihan film genre zombie terbaru ini. WWZ dibuka dengan pemandangan kerusakan dunia akibat serangan zombie. Diduga semua terjadi akibat penyebaran virus menular yang mematikan. Gerry Lane (Brad Pitt) terjebak di tengah-tengah kemacetan Philladelphia bersama istri dan kedua anaknya. Saat itulah terjadi kekacauan. Sesosok mahluk menyeramkan membuat kepanikan dengan menyerang setiap orang di dekatnya. Dalam waktu 12 detik orang yang digigitnya berubah menjadi sama seperti mahluk itu.
Maka dengan segala daya, Lane berusaha menyelamatkan keluarganya dari kematian dan ancaman virus mematikan. Mereka akhirnya selamat dan menumpang sebuah kapal laut milik Angkatan Laut Amerika. Belakangan terkuak bahwa Lane adalah mantan petugas Perserikatan Bangsa-bangsa yang dilatih menghadapi kondisi darurat. Lane pun diberi pilihan: keluarganya meninggalkan kapal itu atau dia mencari tahu penyebab semuanya itu. Mau tak mau Lane akhirnya memilih menyelamatkan keluarganya dan keluar menunaikan tugasnya di tengah-tengah miliaran zombie yang siap memangsanya.
Marc Foster (sutradara) mampui mensinergikan naskah Drew Goddard dan Damon Liondelof menjadi tontonan yang menegangkan. Berbeda dengan karyanya Quantum of Solace yang membosankan, Foster menjaga ritme ketegangan dan kejutan WWZ dengan baik. Juga tidak ada karakter superhero dalam film ini yang dapat membunuh karakter zombie dengan kuasa superpower-nya. Yang ada hanya manusia biasa bernama Gerry Lane yang rapuh, ketakutan sekaligus berani. Penggambaran karakter yang begitu manusiawi akhirnya membuat film zombie yang satu ini lebih menarik.
Senin, 05 Agustus 2013
TIGER CHEN : THE NEW KUNGFU STAR YANG INGIN SEPERTI JACKIE CHAN
Namanya belum begitu terkenal. Filmnya yang mendapuknya sebagai peran utama belum banyak. Tapi banyak pengamat film meyakini inilah bintang baru dunia film Mandarin yang akan mengikuti jejak Donnie Yen, Jackye Chan,Jet Li dan Aman Chow Yun Fat merambah Hollywood.
Tiger Chen adalah nama bintang baru ini. Sebetulnya Hu Chen sudah lama berkecimpung dalam dunia film, termasuk Hollywood. Tiger merupakan tangan kanan Yuen Wo Ping, penata laga handal yang sudah senior dan diakui internasional. Tiger pula yang menata adegan pertarungan dalam The Matrix. Boleh dikata dialah mentor Keanu Reeves. Hu Chen juga adalah body-double Uma Thurman's dalam Kill Bill trilogy. Sempta pula masuk nominasi World Stunt Awards untuk aksinya dalam Matrix 2 dan Kill Bill 2 pada 16 May 2004.
Tiger Chen alias Chen Hu belajar wushu sejak kecil. Ia bergabung dalam tim Wushu Sichuan di usia 8 tahun. Hebatnya Chen langsung menjuarai berbagai kompetisi Wushu di China daratan.Umur 19 Chen mendarat di Amerika dalam keadaan tidak dapat lancar berbicara Inggris. Sekarang tentu saja dia menjadi ahlinya. Chen dianugerahi kehormatan Juara Semua Kategori dalam kompetisi khusus Taichi, Sabre dan Staff . Sejak itulah diajak bergabung oleh Yuen Wo Ping dalam Yuen Clan. Saat The Matrix memerlukan martial arts directors, petinggi Warner Brothers bingung memindai ahli-ahli kungfu tradisional China. Maka, Yuen Wo Ping meminta Tiger Chen menampilkan beberapa jurus, yang ternyata menarik minat para produser.Lalu Tiger Chen dikontrak dalam The Matrix, sebgai film Holyywood pertamanya, tugasnya melatih beberapa bintang terkenal. Salah satunya Reeves.
"Mentor Yuen Wo Ping sepertinya jagoan banget, padahal terkadang sebaliknya. Apa yang dikerjakannya dalam tempo lambat. Di rumah, Yuen Wo Ping memerlukan saya hanya untuk memencet TV dan DVD player. Saya seperti anaknya sendiri.Terkadang saya menemaninya makan atau ke dokter. Sekarang, beliau hanya bisa menonton dari jauh, saat saya menata laga sebuah martial arts sequences dan melatih para aktor." komentar Tiger Chen tentang mentornya.
Mengisahkan pengalamannya bekerja dengan bintang Hollywood , Tiger Chen berkata, " Keanu Reeves ngga berbakat, tapi sangat bekerja keras. Lucy Liu dan Cameron Diaz sangat menyenangkan. Lucy Liu yang masih keturunan China, cepat belajar budaya China. Dia yang mengajari saya Inggris saat rehat syuting, dan saya melatihnya Chinese. Uma Thurman baru saja melahirkan saat pengambilan gambar Kill Bill dan berat badannya berlebih. Lalu dia diet dan cepat sekali beratnya ideal. Di Kungfu Hustle, Stephen Chow melakukan sendiri semua adegan pertarungan. Sebelumnya Chow meminta saya melatihnya dengan keras."
Berpengalaman sebagai martial arts choreographer Crouching Tiger, Hidden Dragon, The Matrix trilogy, Charlie's Angels dan Kill Bill, Tiger Chen sulit menyamai sukses Bruce Lee, Jackie Chan, Jet Li dan Donnie Yen. Menurutnya para junior harus lebih bersabar. Penampilan perdana Tiger Chen di depan layar kamera adalah sebagai salah satu tukang pukul dalam Merovingian. Dipuji oleh sutradara Wachowski brothers berkat penampilannya itu. January 2004, Tiger Chen menemani Yuen Wo Ping ke Gunung Ermei di Sichuan dan Jiuzhaiogou mencari lokasi untuk syuting Golden Dragon, dimana dia juga turut berperan. Ambisi Tiger Chen adalah membuat sebuah film yang menjadikannya the next Jackie Chan!"
Ambisi Chen tersebut sungguh luabiasa, mengingat usia Jackie Chan dan Jet Li sudah tak muda lagi. Sayangnya, Tiger Chen harus terus belajard dari para senior dan aktor berpengalaman untuk bisa lebih sukses. Aktingnya yang biasa-biasa saja dalam Man of Taichi, sulit untuk mendongkrak namanya di Hollywood. Padahal inilah film pertamanya sebagai pemeran utama. Go go go, Tiger Chen.**
Minggu, 04 Agustus 2013
NOW YOU SEE ME: JIKA PESULAP MENCURI TANPA TERLIHAT
Banyak sekali film tentang pencurian dan perampokan terencana yang
menarik. Sebut saja : Italian Job, Ocean Eleven, The Bank Job dan banyak
lagi. Now You See Me juga menawarkan formula yang sama. Plus tambahan
penampilan banyak bintang terkenal. Dari yang sudah banyak makan asam
garam seperti Morgan Freeman dan Michael Caine hingga para penerus
mereka semisal Jesse Eisenberg serta Isla Fisher. Selain yang disebutkan
masih ada Mark Ruffalo dan Woody Harelsson. Para pendukung film ini
patut mendapat apresiasi.Mereka dapat membawa karakater masing-masing
mendukung kuat plot cerita.
Empat orang pesulap dikumpulkan oleh seorang untuk mengadakan acara sulap di kota-kota besar seperti Las Vegas. Daniel (Jesse Eisenberg) yang ahli bermain kartu, Henley (Isla Fisher) yang ahli permainan berbahaya, Jack Wilder (Dave Franco) yang ahli kecepatan tangan, Merrit (Woody Harrelson) yang ahli hipnotis. Mereka tidak tahu apa dan siapa orang misterius yang mengundang mereka untuk masuk kedalam suatu misi tertentu. Semua dibuat dan direncanakan secara detil selama satu tahun. Setelah itu mereka muncul ke hadapan publik dengan menamakan kelompok mereka four horseman alias empat pesulap. Pertunjukan pertamanya dilakukan di Las Vegas dengan sponsor Arthur Tressler (Michael Caine) pemilik perusahaan asuransi.
Pertunjukan pertama dengan tema merampok bank dilakukan dengan memanggil seseorang secara acak dan jatuh pada seorang laki-laki dari Perancis yang memiliki rekening tabungan di bank Perancis. Kepala orang tersebut dipasang sebuah teletransporter yang dapat mengirim orang tersebut ke bank Perancis kemudian menaruh sebuah kartu yang ditandatangani ke dalam brankas. Hal ini sebagai bukti bahwa orang tersebut benar-benar pernah datang ke bank. Uang dalam brankaspun ikut terkirim ke Las Vegas dan dibagikan kepada semua penonton yang hadir.
Tentu saja kejadian tersebut membuat heboh seluruh penonton dan juga pihak kepolisian Las Vegas serta pihak Perancis. Untuk itu Dylan (Mark Ruffalo) mendapat tugas untuk menangkap keempat pesulap tersebut. Tak ketinggalan pula, pihak Perancis mengirim Alma (Melanie Laurent) untuk ikut menyelidiki kasus perampokan tersebut. Sayangnya tidak ada bukti yang dapat menunjukkan keterlibatan mereka sehingga dilepaskan oleh Dylan. Apalagi yang namanya sulap antara percaya dan tidak percaya.
Ternyata pada saat pertunjukkan keempat pesulap tersebut direkam oleh Thaddeus (Morgan Freeman) yang merupakan seorang anti sulap. Artinya dia berusaha mengungkap trik-trik yang dilakukan oleh pesulap dan mempermalukannya serta menjualnya secara online. Dylan dan Alma mewawancarai Thaddeus dan menggali informasi darinya. Ternyata ditemukan triknya yaitu ada lubang dipanggung yang dibuat mirip dengan brankas bank di Perancis.
Pertunjukan kedua dilakukan di New Orleans dengan janji lebih heboh dari sebelumnya. Arthur Tressler sebagai pihak sponsor mengetahui rencana Thaddeus yang merupakan ancaman untuk kesuksesan acara keempat pesulap. Arthur menawari sejumlah uang agar Thaddeus pergi meninggalkan kota tersebut namun ditolak olehnya. Acara dimulai dengan menyuruh setiap orang menuliskan saldo rekening banknya masing-masing didalam amplop. Demikian juga dipanggung ada tulisan saldo rekening dari sponsor mereka Arthur. Tak diduga saldo rekening Arthur berkurang sedikit demi sedikit dan berpindah ke tulisan saldo penonton. Pada awalnya Arthur merasa itu hanya bagian dari pertunjukan namun siapa sangka kalau hal itu merupakan hal yang nyata. Dylan dan Alma memburu mereka dan terjadi kejar-kejaran bagaikan seekor kucing dan tikus dan lagi-lagi keempat pesulap tersebut lebih unggul.
Arthur menyewa Thaddeus untuk membalas kepada keempat pesulap itu. Dylan menganggap Thaddeus terlibat dan merupakan pesulap kelima yang membantu dibelakang layar keempat pesulap itu namun tidak ada buktinya. Dylan dan Alma berhasil mengetahui persembunyian keempat pesulap disebuah apartemen dan penggerebekan dilakukan. Daniel, Henley dan Merrit berhasil melarikan diri sedangkan Jack Wilder masih belum selesai membakar dokumen-dokumen. Terjadi perkelahian dan dilanjutkan kebut-kebutan di antara mereka yang mengakibatkan mobil Jack terbalik dan terbakar, Jack tewas.
Dylan dan Alma memburu uang dalam brankas yang akan digunakan untuk pertunjukan ketiga di kota New York. Mereka selalu kalah selangkah dibanding ketiga pesulap itu. Brankas telah diangkut oleh truk. Mereka mengejarnya dan menyuruhnya tetap berjalan ke tujuan sebagai jebakan. Setelah sampai dilakukan pengintaian siapa yang akan mengambil uang itu dan ternyata orang yang membuka truk itu adalah anak buah Thaddeus. Thaddeus beralibi dan membela diri bahwa dia hanya mengikuti truk itu dan tidak terlibat. Setelah brankas dibuka ternyata isinya bukanlah uang seperti yang diduga melainkan mainan boneka dan balon anak-anak.
Pertunjukkan ketiga dimulai, Dylan dan Alma berusaha membatalkan dan menangkap ketiga pesulap. Pertunjukkan tetap berjalan dan terjadi hujan uang. Ketiga pesulap sekaligus menghilang dari keramaian penonton. Ternyata kali ini uang yang disebar adalah bukan uang asli melainkan uang mainan. Thaddeus pergi menuju mobilnya dan begitu pintu dibuka maka berhamburan uang yang banyak didalamnya. Rupa-rupanya uang yang ada di brankas sudah berpindah ke mobil. Dylanpun menangkap Thaddeus.
Di dalam penjara Thaddeus dikunjungi oleh Dylan. Dia merasa dijebak. Dengan mencoba rekonstruksi ulang maka diketahui bahwa sebenarnya pesulap kelima adalah Dylan sendiri. Namun dia masih bingung sebab musabab dia dijebak. Keempat pesulap bertemu di central park termasuk Jack Wilder yang ternyata masih hidup. Mereka berempat menemui orang yang merekrut mereka setahun yang lalu, yang tidak diketahui jati dirinya. Mereka kaget juga begitu yang ditemui adalah Dylan orang yang selama ini menjadi musuhnya.
Jawaban apa dan mengapanya baru terungkap di akhir film ketika Dylan menemui Alma di Perancis. Dendam adalah motifnya. Rupa-rupanya ayah Dylan adalah seorang pesulap yang pernah dibuka triknya dan dipermalukan oleh Thaddeus. Pada pertunjukan terakhirnya ayahnya dimasukkan kedalam peti dan ditenggelamkan ke sungai namun tewas dan mayatnya tidak ditemukan. Arthur adalah pengusaha asuransi yang menolak klaim kematian ayahnya. Bank di Perancis yang tidak mencairkan uang ayahnya. Dan perusahaan brankas yang membuat peti tidak sesuai spesifikasi seperti yang diminta ayahnya.
Selain jajaran pemain yang bermutu, film ini juga memiliki cinematography (pengambilan gambar) serta editting yang luar biasa menarik. Tak heran durasi 2 jam terasa sangat cepat berlalu. Kekuatan utama Now You See Me tentu saja adalah plot ceritanya. Louis Leterrier (Transporter , The Incredible Hulk) di pos sutradara sanggup merangkai semua elemen film ini menjadi satu paket tontonan yang menguras otak, emosi serta penasaran penonton.
Film bertema tentang pencurian selalu mendapat penggemar khusus. Bahkan terkadang mampu meraih sukses lebih dari yang diharapkan. Trilogi Ocean dan The Bank job misalnya yang sanggup menembus box office. Disamping film tentang pencurian, film dengan tema sulap cukup memukau penonton seperti The Prestige yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Now You See Me adalah perpaduan tema pencurian dan sulap yang menjadi menarik.
Empat orang pesulap dikumpulkan oleh seorang untuk mengadakan acara sulap di kota-kota besar seperti Las Vegas. Daniel (Jesse Eisenberg) yang ahli bermain kartu, Henley (Isla Fisher) yang ahli permainan berbahaya, Jack Wilder (Dave Franco) yang ahli kecepatan tangan, Merrit (Woody Harrelson) yang ahli hipnotis. Mereka tidak tahu apa dan siapa orang misterius yang mengundang mereka untuk masuk kedalam suatu misi tertentu. Semua dibuat dan direncanakan secara detil selama satu tahun. Setelah itu mereka muncul ke hadapan publik dengan menamakan kelompok mereka four horseman alias empat pesulap. Pertunjukan pertamanya dilakukan di Las Vegas dengan sponsor Arthur Tressler (Michael Caine) pemilik perusahaan asuransi.
Pertunjukan pertama dengan tema merampok bank dilakukan dengan memanggil seseorang secara acak dan jatuh pada seorang laki-laki dari Perancis yang memiliki rekening tabungan di bank Perancis. Kepala orang tersebut dipasang sebuah teletransporter yang dapat mengirim orang tersebut ke bank Perancis kemudian menaruh sebuah kartu yang ditandatangani ke dalam brankas. Hal ini sebagai bukti bahwa orang tersebut benar-benar pernah datang ke bank. Uang dalam brankaspun ikut terkirim ke Las Vegas dan dibagikan kepada semua penonton yang hadir.
Tentu saja kejadian tersebut membuat heboh seluruh penonton dan juga pihak kepolisian Las Vegas serta pihak Perancis. Untuk itu Dylan (Mark Ruffalo) mendapat tugas untuk menangkap keempat pesulap tersebut. Tak ketinggalan pula, pihak Perancis mengirim Alma (Melanie Laurent) untuk ikut menyelidiki kasus perampokan tersebut. Sayangnya tidak ada bukti yang dapat menunjukkan keterlibatan mereka sehingga dilepaskan oleh Dylan. Apalagi yang namanya sulap antara percaya dan tidak percaya.
Ternyata pada saat pertunjukkan keempat pesulap tersebut direkam oleh Thaddeus (Morgan Freeman) yang merupakan seorang anti sulap. Artinya dia berusaha mengungkap trik-trik yang dilakukan oleh pesulap dan mempermalukannya serta menjualnya secara online. Dylan dan Alma mewawancarai Thaddeus dan menggali informasi darinya. Ternyata ditemukan triknya yaitu ada lubang dipanggung yang dibuat mirip dengan brankas bank di Perancis.
Pertunjukan kedua dilakukan di New Orleans dengan janji lebih heboh dari sebelumnya. Arthur Tressler sebagai pihak sponsor mengetahui rencana Thaddeus yang merupakan ancaman untuk kesuksesan acara keempat pesulap. Arthur menawari sejumlah uang agar Thaddeus pergi meninggalkan kota tersebut namun ditolak olehnya. Acara dimulai dengan menyuruh setiap orang menuliskan saldo rekening banknya masing-masing didalam amplop. Demikian juga dipanggung ada tulisan saldo rekening dari sponsor mereka Arthur. Tak diduga saldo rekening Arthur berkurang sedikit demi sedikit dan berpindah ke tulisan saldo penonton. Pada awalnya Arthur merasa itu hanya bagian dari pertunjukan namun siapa sangka kalau hal itu merupakan hal yang nyata. Dylan dan Alma memburu mereka dan terjadi kejar-kejaran bagaikan seekor kucing dan tikus dan lagi-lagi keempat pesulap tersebut lebih unggul.
Arthur menyewa Thaddeus untuk membalas kepada keempat pesulap itu. Dylan menganggap Thaddeus terlibat dan merupakan pesulap kelima yang membantu dibelakang layar keempat pesulap itu namun tidak ada buktinya. Dylan dan Alma berhasil mengetahui persembunyian keempat pesulap disebuah apartemen dan penggerebekan dilakukan. Daniel, Henley dan Merrit berhasil melarikan diri sedangkan Jack Wilder masih belum selesai membakar dokumen-dokumen. Terjadi perkelahian dan dilanjutkan kebut-kebutan di antara mereka yang mengakibatkan mobil Jack terbalik dan terbakar, Jack tewas.
Dylan dan Alma memburu uang dalam brankas yang akan digunakan untuk pertunjukan ketiga di kota New York. Mereka selalu kalah selangkah dibanding ketiga pesulap itu. Brankas telah diangkut oleh truk. Mereka mengejarnya dan menyuruhnya tetap berjalan ke tujuan sebagai jebakan. Setelah sampai dilakukan pengintaian siapa yang akan mengambil uang itu dan ternyata orang yang membuka truk itu adalah anak buah Thaddeus. Thaddeus beralibi dan membela diri bahwa dia hanya mengikuti truk itu dan tidak terlibat. Setelah brankas dibuka ternyata isinya bukanlah uang seperti yang diduga melainkan mainan boneka dan balon anak-anak.
Pertunjukkan ketiga dimulai, Dylan dan Alma berusaha membatalkan dan menangkap ketiga pesulap. Pertunjukkan tetap berjalan dan terjadi hujan uang. Ketiga pesulap sekaligus menghilang dari keramaian penonton. Ternyata kali ini uang yang disebar adalah bukan uang asli melainkan uang mainan. Thaddeus pergi menuju mobilnya dan begitu pintu dibuka maka berhamburan uang yang banyak didalamnya. Rupa-rupanya uang yang ada di brankas sudah berpindah ke mobil. Dylanpun menangkap Thaddeus.
Di dalam penjara Thaddeus dikunjungi oleh Dylan. Dia merasa dijebak. Dengan mencoba rekonstruksi ulang maka diketahui bahwa sebenarnya pesulap kelima adalah Dylan sendiri. Namun dia masih bingung sebab musabab dia dijebak. Keempat pesulap bertemu di central park termasuk Jack Wilder yang ternyata masih hidup. Mereka berempat menemui orang yang merekrut mereka setahun yang lalu, yang tidak diketahui jati dirinya. Mereka kaget juga begitu yang ditemui adalah Dylan orang yang selama ini menjadi musuhnya.
Jawaban apa dan mengapanya baru terungkap di akhir film ketika Dylan menemui Alma di Perancis. Dendam adalah motifnya. Rupa-rupanya ayah Dylan adalah seorang pesulap yang pernah dibuka triknya dan dipermalukan oleh Thaddeus. Pada pertunjukan terakhirnya ayahnya dimasukkan kedalam peti dan ditenggelamkan ke sungai namun tewas dan mayatnya tidak ditemukan. Arthur adalah pengusaha asuransi yang menolak klaim kematian ayahnya. Bank di Perancis yang tidak mencairkan uang ayahnya. Dan perusahaan brankas yang membuat peti tidak sesuai spesifikasi seperti yang diminta ayahnya.
Selain jajaran pemain yang bermutu, film ini juga memiliki cinematography (pengambilan gambar) serta editting yang luar biasa menarik. Tak heran durasi 2 jam terasa sangat cepat berlalu. Kekuatan utama Now You See Me tentu saja adalah plot ceritanya. Louis Leterrier (Transporter , The Incredible Hulk) di pos sutradara sanggup merangkai semua elemen film ini menjadi satu paket tontonan yang menguras otak, emosi serta penasaran penonton.
Film bertema tentang pencurian selalu mendapat penggemar khusus. Bahkan terkadang mampu meraih sukses lebih dari yang diharapkan. Trilogi Ocean dan The Bank job misalnya yang sanggup menembus box office. Disamping film tentang pencurian, film dengan tema sulap cukup memukau penonton seperti The Prestige yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Now You See Me adalah perpaduan tema pencurian dan sulap yang menjadi menarik.
MAN OF TAICHI : SAAT KEANU REEVES MENGGANDENG IKO UWAIS
MAN OF TAICHI : DEBUT KEANU REEVES MENGGANDENG IKO UWAIS
Keanu Reeves menggandeng koleganya di film the Matrix Yuen Woo Ping dan Tiger Hu Chen. Man of Taichi adalah karir pertama penyutradaraannya. Dengan membidik pasar Asia, Reeves membuat film ini lebih beraroma Mandarin. Lihat bagaimana fighting sequence dan setting cerita yang bernuansa oriental plus dukungan aktor-aktor Asia seperti Simon Yam, Karen Mok plus aktor Indonesia Iko Uwais. Tiger Chen yang merupakan stuntman andalan Wo Ping, didapuk sebagai pemeran utama.
Film ini merupakan proyek kerja sama Hollywood dengan China dan akan ditampilkan dalam 3 bahasa yakni mandarin, kanton, dan Inggris.Man of Tai Chi mengisahkan tentang seorang pendekar bela diri (diperankan Tiger Hu Chen) yang bergabung kedalam sebuah turnamen beladiri ilegal yang dikepalai oleh seorang pria yang berniat jahat (Keanu Reeves). Seorang polisi penyelidik, Suen Jing-Si (Karen Mok), mencurigai seorang pengusaha sukses, Donaka Mark (Keanu Reeves). Ia menduga Donaka adalah promotor utama pertarungan ilegal sampai mati di wilayah kerjanya. Sayang, usahanya mengalami kendala saat saksi utamanya dibunuh Donaka.
Pengungkapan usaha rahasia Donaka mengelola online underground fight club di Hong Kong tak pernah berhasil karena backing kuat dibelakangnya. Sampai Suen mencium bahwa Donaka sedang mencari petarung baru. Chen Linhu (Tiger Chen), adalah salah seorang petarung yang menarik atensi Donaka. Ahli Tai Chi ini diawasi Donaka dalam kompetisi resmi. Sejatinya Chennyambi bekerja sebagai kurir pengantar barang. Mulanya Chen menolak tawaran Donaka yang dianggapnya mengotori filosofi ilmunya. Sampai saat suhu-nya (Yu Hai) tengah menghadapi ancaman penggusuran biara oleh sekelompok developer, Linhu terpaksa menerima tawaran Donaka. .
Berperan sebagai seorang penjahat kejam, kharisma Keanu Reeves seakan mengalahkan aktor utama Tiger Hu Chen. Ditambah stereotipe pertarungan penuh efeknya dalam ‘The Matrix’ membuat penonton agak kurang "terima" dengan peran utama. Perhatikan saja gerak-gerik Keanu dan aksi pertarungannya yang jauh lebih tangguh dari sang pemeran utamanya sendiri, dan mau tidak mau masih tetap mengundang empati penonton terhadap sosoknya. Karen Mok, cukup baik sebagai detektif polisi tangguh yang pantang menyerah. Sayang aktor watak Simon Yam hanya mendapat peran kecil sebagai atasannya Yang juga kurang mendapat porsi lebih adalah aktris cantik Ye Qing sebagai kekasih Tiger Hu Chen. Begitu pula penampilan Brian Siswojo, skateboarder keturunan Indonesia dan Iko Uwais yang seolah hanya tempelan saja.
Reeves rasanya terlalu memaksakan Tiger Hu Chen sebagai peran utamanya. Aksinya memang cukup menyamai Jackie Chan, Jet Li dan Donnie Yen. Sayangnya Hu Chen kurang punya kharisma sebagai main
actor. Jadinya, penonton malah lebih punya empati ke karakter Reeves yang kejam ketimbang Hu Chen yang seperti figuran. Yuen Woo Ping berusaha menyajikan perpaduan aneka cabang beladiri lain selayaknya plot film semisal Bloodsport, Best of the Best atau Only the Strong. Ia memasukkan juga penampilan Iko Uwais yang diperkenalkan sebagai petarung dengan nama Indonesia sekaligus tampil dengan jurus-jurus Silat Harimau-nya. Akan tetapi koreografi Wo Ping jadi terasa hambar dengan bantuan efek-efek yang justru menelan nilai seni adegan pertarungannya.
CAST :
Tiger Hu Chen ....................Chen Linhu
Karen Mok..........................Suen Jing Si
Keanu Reeves.....................Donaka Mark
Simon Yam.........................atasan Suen
Sabtu, 03 Agustus 2013
Hammer of the Gods : Perjuangan Viking Muda Menjadi Pemimpin Bangsanya
Epic kolosal Hammer of God cukup menarik bagi Anda yang senang dengan kisah sejarah bangsa Viking. Bangsa yang terkenal sebagai pelaut ulung, penjelajah, tak kenal takut, serta kejam bagi sebagian orang. Setelah Troy dan 300 mungkin inilah film yang bisa memenuhi dahaga Anda akan kisah peperangan kepahlawanan. Disutradarai oleh Farren Blackburn (Doctor Who), film ini mengisahkan tentang perjalanan seorang pejuang Viking muda untuk mencari saudaranya yang hilang.
Hammer of the Gods menggambarkan dunia yang penuh dengan kekerasan dan brutal. Banyaknya bangsa barbar saat itu membuat adegan pertumpahan darah sepertinya jamak dan biasa terjadi. Film yang tayang 5 Juli 2013 ini sarat adegan aksi dan pertempuran yang heroik dan terkadang kejam.
Seorang pejuang Viking muda bernama Steinar (Charlie Bewley), diutus oleh ayahnya yang adalah seorang raja untuk menemukan saudaranya yang terasing, yang telah dibuang dari kerajaan bertahun-tahun yang lalu.Mengambil setting di Viking Britain pada 871 AD, Steinar harus melewati banyak wilayah musuh yang menakutkan, dan dengan berjalannya waktu ia pun berubah menjadi orang yang ayahnya inginkan. Seorang pemimpin Viking dan penerus tahta yang kejam dan tak kenal ampun.
Tidak banyak yang coba ditawarkan penulis naskah dan sutradara film ini. Yang jelas film ini cukup layak sebagai hiburan sambil menantikan tema sejenis dalam sekuel 300 yang kabarnya mengisahkan tentang Raja Xerxes yang juga kejam.
Viking Movie HD - YouTube
Pemeran :
Charlie Bewley-Steinar
Clive Standen-Hagen
James Cosmo-King Bagsecg
Elliot Cowan-Hakan
Glynis Barber-Astrid
Ivan Kaye-Ivar
Michael Jibson-Grim
Guy Flanagan-Jokul
Theo Barklem-Biggs
Alexandra Dowling-Agnes
Finlay Robertson-Harald
Michael Lindall-Saxon Leader
Produksi : Vertigo Films
Sutradara : Farren Blackburn
Langganan:
Postingan (Atom)



































