Tampilkan postingan dengan label Samuel L. Jackson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Samuel L. Jackson. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 April 2014

CAPTAIN AMERICA- THE WINTER SOLDIER : LANJUTAN KISAH AVENGERS









Film tentang superhero memang selalu menarik untuk ditonton. Salah satunya adalah film tentang pahlawan Amerika yaitu Captain America. Meskipun tidak sesukses Iron Man ataupun Superman, namun film Captain America: The Winter Soldier ini tetap wajib untuk ditonton.Sekuel dari Captain America: The First Avenger (2011) ini merupakan karya ke sembilan Marvel Cinematic Universe (MCU). Disutradarai duo bersaudara Anthony dan Joe Russo, dengan penata kamera Christopher Markus dan Stephen McFeely. Masih tetap menggandeng Chris Evans sebagai peran utama, juga dibantu nama-nama besar seperti Scarlett Johansson, Sebastian Stan, Anthony Mackie, Robert Redford, dan Samuel L. Jackson. 

“Captain America : The Winter Soldier” menceritakan kisah setelah peristiwa bencana di New York dalam The Avengers.  Steve Rogers alias Captain America (Chris Evans), hidup tenang di Washington DC. Sesaat untuk mencoba menyesuaikan diri dengan dunia modern. Tapi ketika markas besar  S.H.I.E.L.D. diserang, Steve menjadi terlibat dalam sesuatu marabahaya yang mengancam dunia.

Bergabung dengan Black Widow, Captain America berjuang untuk mengekspos konspirasi yang semakin kuat saat melawan pembunuh profesional yang dikirim untuk membungkamnya di setiap kesempatan. Captain America dituntut untuk kembali beraksi. Bekerja sama dengan Natasha Romanoff alias Black Widow (Scarlett Johansson), ia terlibat dalam sebuah konspirasi yang membahayakan nyawanya. Terlebih setelah munculnya sosok pembunuh profesional, The Winter Soldier, yang mempunyai hubungan dengan masa lalunya.Ketika kejahatan mulai terungkap, Captain America dan Black Widow meminta bantuan dari sekutu barunya, Falcon. Namun, mereka harus melawan musuh yang tak terduga dan tangguh dengan ambisinya yang mengancam perdamaian.

Dengan jalan cerita yang khas, sebenarnya tidak ada yang ditawarkan film ini selain aksi ketegangan menyelamatkan dunia. Russo bersaudara yang selama ini piawai menangani serial televisi, memang mampu menghadirkan drama dan sedikit komedi yang menghibur. Aksi dan ledakan yang mereka ekspos juga cukup menarik. Sayangnya tidak begitu menggigit di beberapa bagian. Untungnya ada Scarlett Johansson yang sangat membantu penonton menyaksikan film ini sampai akhir.Apalagi ini seperti pemanasan Johansson yang akan membintangi film aksi Lucy .Namun bagi para penggemar superhero dan komiknya, rasanya film ini tidak terlalu mengecewakan.

Sutradara : Joe Russo, Anthony Russo
Produser : Kevin Feige
Penulis Naskah : Christopher Markus, Stephen McFeely
Pemain : Chris Evans, Emily VanCamp, Cobie Smulders, Scarlett Johansson, Hayley Atwell, Frank Grillo, Samuel L. Jackson, Sebastian Stan, Robert Redford, Toby Jones, Anthony Mackie, Maximiliano Hernandez
Genre : Superhero, Aksi
Studio : Walt Disney Pictures


Rabu, 02 April 2014

OLDBOY : REMAKE HOLLYWOOD YANG LEBAY





 Oldboy adalah sebuah film psikologikal thriller dari Korea Selatan yang rilis tahun 2003 silam, yang meledak dan menjadi perbincangan hangat para penggemar film. Oldboy karya Park Chan-wook  berhasil menjadi film yang begitu dihormati. Lalu apa jadinya jika film yang sudah melegenda itu di-remake oleh Hollywood.Oldboy versi remake dari segi tensi ketegangan terlihat ada sedikit berbeda, jika yang versi Korea lebih komikal namun tetap tidak kehilangan sisi tegangnya, sedangkan yang ini lebih serius.

Versi Hollywood disutradarai oleh Spike Lee dengan screenplay-nya ditulis oleh Mark Protosevich. Jalan ceritanya tidak jauh berbeda dengan versi original-nya yang disutradarai oleh Park Chan-wook. Park sendiri membuat Oldboy  berdasarkan manga berjudul sama . Di versi baru ini Spike Lee sedikit banyak berusaha berbeda dari versi original. Atau pun hadirnya banyak kilasan-kilasan yang berkaitan dengan film aslinya yang mungkin ditujukan untuk menghormati versi original-nya. Namun usaha-usaha itu tidak terlalu bekerja dengan baik. Orang akan selalu membicarakan atau membandingkannya dengan yang pertama, dan akan membuat orang-orang berpikir sebelah mata.

Oldboy mengisahkan tentang seorang laki-laki bernama Joe Doucett (Josh Brolin) yang tanpa alasan yang jelas dipenjara oleh orang tak dikenal selama 20 tahun. Dan ketika dia sudah bebas, dia pun disuruh untuk mencari tahu siapa orang yang telah memenjarakannya dan apa alasannya. Dia pun mencari tahu dua hal tersebut dibantu oleh Mary (Elizabeth Olsen). Ternyata orang tersebut adalah Adrian (Sharlto Copley), namun apa sebenarnya alasan Adrian memenjarakan Joe?

Dari segi karakter Oldboy Spike Lee pendalamannya begitu dangkal. Screenplay versi remake ini memang tampak lemah di segala lini. Adegan pertarungan pun kurang digarap dengan baik. Begitu pula dari segi ending cerita.Ending-nya yang original begitu menegangkan, intens dan menyayat emosi, sedangkan di versi remake datar.
Tapi setidaknya ada yang bisa dibanggakan dari film ini. Sinematografi arahan Sean Bobbitt dan musik gubahan Roque Baños sangat membantu membuat penonton lupa btapa datarnya film karya Spike Lee ini. Perbedaan juga nampak dalam sisi peran utama. Josh Brolin memerankan tokoh utamanya menggantikan Choi Min-sik sebagai Daesu. Jika Min-sik hadir dengan gaya humor namun disisi lain juga gila macam psycho. Sedangkan Brolin disini lebih serius dan kalem, dan disini dia kurang mampu memperlihatkan seseorang yang sudah dipenjara selama 20 tahun. Selanjutnya Sharlto Copley sebagai tokoh antagonisnya menggantikan Ji Tae Yu. Jika di versi original Ji Tae Yu hadir sebagai tokoh yang begitu sadis dengan caranya dan dendam yang begitu besar. Sedangkan di versi remake Copley sebagai musuhnya hadir tidak jelas apakah lebih kearah baik atau jahat. Lalu ada juga karakter-karakter lain macam Elizabeth Olsen dan Samuel L. Jackson yang tidak banyak membantu.




Akhirnya Oldboy versi remake ini adalah lagi-lagi sebuah film remake yang mengecewakan. Sebagian penggemar Oldboy mengatakan remake ini tidak memuaskan, jika tidak mau dibilang jelek.Walaupun sebenarnya versi remake dari Spike Lee ini tidak jelek-jelek amat, apalagi bagi yang belum pernah menonton versi original-nya. Tapi adalah premis bahwa namanya remake pasti selalu bahkan wajib dibandingkan dengan original. Dan hasilnya adalah Oldboy versi remake ini sangat-sangat jauh dari menyamai apalagi menandinigi kualitas versi original-nya yang masterpiece itu.*















Rabu, 28 Agustus 2013

TURBO: SIPUT YANG INGIN JADI RAJA BALAPAN



Menyaksikan Turbo inginnya sih mendapatkan The Fast and the Furious versi animasi.Namun ternyata film karya David Soren ini lebih layak disebut mirip film karya Pixar Animation Studios, Ratatouille (2007). Persamaan keduanya adalah menceritakan mengenai sosok seekor binatang  yang memiliki keinginan dan hasrat layaknya seorang manusia. Seperti Remy – karakter tikus yang berhasrat begitu besar pada makanan-Turbo adalah sosok siput ambisius yang ingin jadi juara.Usaha karakter Turbo untuk membuktikan kehebatan dirinya dalam arena balap ini mungkin juga akan memberikan ingatan sekilas pada Cars (2006).

Film teranyar rilisan DreamWorks Animation, Turbo, adalah debut penyutradaraan bagi David Soren, berkisah mengenai seekor siput kebun bernama Theo (Ryan Reynolds) – atau yang lebih memilih untuk dipanggil dengan sebutan Turbo, yang bermimpi untuk menjadi pembalap terbaik di dunia. Turbo mempunyai idola, Guy Gagne (Bill Hader) yang adalah seorang manusia. Turbo adalah seekor siput yang semenjak lama memiliki takdir sebagai salah satu hewan dengan pergerakan tubuh paling lambat di dunia. Impian tersebut kerap membuat Turbo menjadi bahan cemoohan bagi komunitas siput yang berada di sekitarnya, termasuk dari sang kakak, Chet (Paul Giamatti). Hal itulah yang kemudian mendorong Turbo untuk meninggalkan lokasi tempat tinggalnya dan memilih untuk mencari jalan hidupnya sendiri.



Dalam perjalanannya, Turbo secara tidak sengaja kemudian terlempar ke bagian supercharger sebuah mobil balap dan membuat kulitnya bercampur dengan senyawa dinitrogen oksida yang berada di mesin tersebut. Efeknya luarbasa, keesokan harinya, Turbo menemukan bahwa dirinya mampu bergerak jauh, jauh lebih cepat dari biasanya. Jelas, kejadian luar biasa tersebut kemudian menginspirasi Turbo untuk mengejar mimpinya. Dan dengan bantuan Tito (Michael Peña), seorang penjual taco yang juga mengelola adu balapan para siput, Turbo secara perlahan mulai mewujudkan impiannya  untuk menjadi pembalap dan turut serta dalam salah satu ajang adu balap paling terkenal di dunia, Indianapolis 500.



Turbo cukup mumpuni menghadirkan tata visual yang menarik.Pada beberapa bagian cerita, Turbo tampil dengan warna-warni yang begitu benderang namun tetap sangat nyaman untuk disaksikan.  Usaha DreamWorks Animation  untuk mendekati kelas Pixar Animation Studios cukup berhasil.Begitu pula barisan pengisi suara mulai dari Ryan Reynolds, Paul Giamatti, Michael Peña hingga nama-nama seperti Ken Jeong dan Snoop Dogg juga cukup baik dalam usaha mereka untuk menghidupkan setiap karakter yang mereka isisuarakan. Sayangnya naskah film ini terlalu datar dan sulit meninggalkan memori yang dalam di benak penonton.Turbo terkesan jauh dari kesan istimewa. Jalinan cerita maupun karakternya terbangun terlalu sederhana dan dikembangkan dengan minimalis sehingga gagal untuk tampil emosional maupun menghibur.






Secara kualitas visual DreamWorks Animation mampu mendekati pesaingnya: Pixar Animation Studios. Sayangnya DreamWorks Animation gagal memberkan kelebihan lain pada Turbo.Tentu saja, kualitas visualnya yang menarik dan karakter-karakter pendukung yang lucu akan cukup mampu untuk menarik minat para penonton muda yang menjadi sasaran utama film ini. Namun untuk menjadi tontonan wajib penggemar animasi rasanya terlalu jauh.***